LANGIT7.ID-, Jakarta - - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (
BPJPH)
Ahmad Haikal Hasan optimistis bahwa industri halal akan menjadi salah satu pilar utama dalam mendongkrak pencapaian target
pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen sebagaimana dicanangkan
Presiden Prabowo Subianto.
"Dengan potensi besar ekosistem halal kita, saya optimis
industri halal kita akan berperan penting dalam memacu pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2028-2029 mendatang,” ungkap Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan di Jakarta, dikutip Jumat (10/1/2024).
Baca juga: Industri Halal dan Keuangan Syariah Jadi Fokus MUI Tingkatkan Ekonomi Rakyat 2025Berdasarkan Indonesia Halal Markets Report 2021/2022, lanjut Haikal,
ekonomi halal dapat meningkatkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar 5,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp72,9 triliun per tahun melalui peluang ekspor dan investasi.
"Selain itu, Indonesia juga merupakan pasar konsumen halal terbesar di dunia dengan sekitar 230 juta penduduk muslim," tambah pria yang akrab disapa Babe Haikal ini.
Lebih lanjut, Babe Haikal mengatakan, BPJPH terus berupaya memperkuat ekosistem industri halal, salah satunya melalui program mandatory
sertifikasi halal dari hulu hingga ke hilir.
Sejumlah upaya strategis dilakukan termasuk melalui penguatan regulasi, edukasi, sosialisasi, fasilitasi, inovasi teknologi informasi dan digitalisasi, hingga penguatan sinergi dan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan halal terkait.
"Saat ini banyak produk UMK kita yang mampu bersaing bahkan menembus pasar ekspor setelah mengantongi sertifikat halal. Ini sejalan dengan amanat Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014, bahwa sertifikasi halal itu bukan hanya untuk perlindungan bagi masyarakat konsumen saja, melainkan juga memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi pengusaha dalam memproduksi dan memperdagangkan produknya,” lanjutnya.
Data menunjukkan bahwa Indonesia mencatatkan ekspor produk halal senilai 41,42 miliar dolar AS, atau setara Rp673,90 triliun, untuk periode Januari hingga Oktober 2024.
Baca juga: Industri Halal, Ekonomi, dan Keuangan Syariah Indonesia Makin Diakui di Kancah GlobalDi periode yang sama, surplus neraca perdagangan produk halal Indonesia mencapai 29,09 miliar dolar AS.
"Penguatan ekosistem industri halal juga dipastikan akan memperkuat peran Indonesia dalam perekonomian halal global. Sehingga meningkatnya permintaan terhadap produk barang dan layanan halal," pungkas Babe Haikal.
Sementara Dewan Pembina Asy-Syafi'iyah Halal Center Dailami Firdaus, berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang jaminan
produk halal.
"Kami akan terus membantu pemerintah mencetak SDM berkualitas di sektor ini serta mendukung visi besar Indonesia menjadi pusat halal dunia," ujar Dailami.
Dalam peresmian Asy-Syafi’iyah Halal Center (AHC), BPJPH dan Universitas Islam Asy-Syafi'iyah melakukan penandatanganan kerja sama strategis dalam pengembangan edukasi, literasi, publikasi, sosialisasi, dan pengabdian masyarakat di bidang jaminan produk halal.
Baca juga: Bukan Malaysia atau Arab, Indonesia Jadi Raksasa Baru Industri Halal Dunia(est)