LANGIT7.ID, Jakarta - Anak adalah anugerah dari Allah, dengannya kita dapat melanjutkan cita-cita besar kita. Namun tidak sedikit perilaku anak membuat orang tua merasa menderita atau tersiksa.
Untuk itu, siapkanlah bimbingan dan pendidikan agar anak kita menjadi anak yang shaleh. Dalam Al-Qur'an dan hadits, Allah dan Rasulnya memberikan berbagai petunjuk bagaimana peran orang tua dalam mensikapi anak.
Baca Juga: Ingin Punya Anak Shaleh? Persiapkan Sejak Masih JombloDalam surat At-Tahrim ayat enam, Allah memerintahkan agar setiap manusia menyelamatkan dirinya dari api neraka, di mana bahan bakarnya adalah manusia dan batu serta dijaga ketat oleh para malaikat yang mustahil membangkang terhadap perintah Allah Swt.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Yā ayyuhallażīna āmanụ qū anfusakum wa ahlīkum nāraw wa qụduhan-nāsu wal-ḥijāratu 'alaihā malā`ikatun gilāẓun syidādul lā ya'ṣụnallāha mā amarahum wa yaf'alụna mā yu`marụn.Arti: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Baca Juga: Septi Peni Wulandani, Sang Ibu Profesional Inspirasi Para IbuDalam Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir karya pemgajar tafsir Universitas Islam Madinah, Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu, maknanya yakni jagalah diri kalian dengan menjalankan apa yang diperintahkan kepada kalian dan menjauhi apa yang dilarang bagi kalian.
Ibnu Jarir mengatakan, wajib bagi kita untuk mengajarkan kepada anak-anak kita agama dan perbuatan baik serta adab yang sangat mereka perlukan. Di antara tahapan praktisnya, yaitu ddengan memerintahkan mereka untuk taat kepada Allah dan melarang mereka berbuat maksiat.
Karena itu, dalam surat al-Anfal ayat 26-27, Allah telah memberikan sinyalemen bahwa harta dan anak-anak yang dimilki hanyalah sebagai sebuah cobaan bagi manusia, apakah cobaan itu akan menambah manusia menjadi takwa atau justru semakin hina. Disinilah kepercayaan dan amanah yang diberikan Allah kepada manusia berupa anak harus dijaga sebaik mungkin, karena anak adalah amanat dari Allah Swt.
Baca Juga: Ustadz Budi Ashari: Agar Anak Tak Kecanduan Gadget, Jangan Berikan Sebelum Akalnya Sempurna. يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَخُونُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓا۟ أَمَٰنَٰتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَأَوْلَٰدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Yā ayyuhallażīna āmanụ lā takhụnullāha war-rasụla wa takhụnū amānātikum wa antum ta'lamụn. Wa'lamū annamā amwālukum wa aulādukum fitnatuw wa annallāha 'indahū ajrun 'aẓīm.Arti: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.
Baca Juga:
Pesan Khatib Masjidil Haram ke Ortu dan Guru: Bimbing Anak Cinta Ilmu, Jangan Sampai Dikuasai Gadget
Saatnya Senda Gurau dengan Keluarga, Rasulullah Juga Lakukan Itu(asf)