LANGIT7.ID-, Tangerang Selatan - Ramai kasus seorang guru di
sekolah Insan Cendekia Madani (ICM), Tangerang Selatan berinisial NAA diduga melakukan
pelecehan seksual terhadap muridnya sendiri. Peristiwa terjadi sejak tahun 2023 hingga 2026.
Kasus ini terungkap setelah orangtua korban melaporkan kejadian tersebut. Melalui kuasa hukumnya, orangtua korban membuat laporan resmi dengan nomor: LP/B/3019/IX/2026/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA.
Pelapor juga melampirkan satu bukti psikologis klinis berdasarkan hasil pemeriksaan dari psikolog. Akibat dari tindakan tidak terpuji pelaku, korban mengalami depresi atau trauma berat atas peristiwa tersebut.
Menyikapi hal ini, pihak sekolah Insan Cendekia Madani memutuskan untuk menon-aktifkan terduga pelaku. Melalui pernyataan resmi secara tertulis yang dikeluarkan pada 23 September 2026 pihak sekolah menyatakan komitmen dalam melindungi anak dan menciptakan lingkungan Pendidikan yang aman, nyaman, Islam, dan beradab.
"ICM menyampaikan bahwa telah mengambil langkah administratif berupa penonaktifkan seorang guru pada jenjang Sekolah Dasar (SD) terhitung sejak tanggal 25 Agustus 2026," bunyi surat tersebut.
![Sekolah Insan Cendekia Madani Nonaktifkan Guru Terduga Pelaku Pelecehan Murid SD]()
Langkah tersebut diambil setelah pihak ICM menerima serta melakukan penanganan awal atas adanya laporan mengenai dugaan tindakan yang berkaitan dengan perlindungan anak pada tanggal 24 Agustus 2026.
Baca juga: Pelecehan Pasien BPJS Viral, Anggota DPR Desak Investigasi TuntasICM menambahkan, penonaktifan ini dilakukan sebagai langkah kehati-hatian untuk menjaga keamanan, kenyamanan dan lingkungan pendidikan yang kondusif serta memberikan ruang bagi proses penanganan dan pemeriksaan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Sekolah juga menegaskan bahwa keputusan ini tidak mempengaruhi langkah hukum yang ditempuh pihak korban, melainkan hanya merupakan langkah administratif dan tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan mengenai kesalahan atau pertanggungjawaban hukum yang bersangkutan.
"Setiap laporan mengenai dugaan tindakan yang dapat mengancam keamanan, keselamatan, martabat, maupun hak peserta didik akan ditangani secara serius, proporsional dan sesuai prosedur berlaku," tegas sekolah dalam surat tersebut.
Tentunya peristiwa ini mengguncang banyak pihak dan menimbulkan kekhawatiran terutama para orangtua murid yang menyekolahkan anak-anak mereka di ICM.
Oleh karenanya ICM mengaku akan meningkatkan keamanan dan kenyamanan peserta didik termasuk penguatan pengawasan, pendampingan, serta koordinasi internal dan apabila diperlukan sesuai ketentuan, dengan pihak yang berwenang.
Baca juga: Syekh Ahmad Al Misry Bantah Tuduhan Pelecehan Santri dan Isu Kabur ke MesirDi akhir surat pernyataannya, ICM meminta seluruh pihak terkait untuk tidak berspekulasi, menyebarkan informasi maupun dugaan yang belum terverifikasi selama proses penangananan kasus ini.
(lsi)