LANGIT7.ID, Jakarta - Surat al-Fatihah disebut Ummu Alquran (induknya Alquran). Berarti, inti dan saripati Alquran terdapat di dalamnya. Ditambah pula, al-Fatihah pasti dibaca setiap hari, yaitu dalam pelaksanaan shalat. Berarti, setiap muslim pasti akan membacanya, minimalnya 17 kali dalam setiap hari, yaitu dalam 17 rakaat shalat fardhu.
Hal ini menunjukkan, betapa pentingnya surat al-Fatihah sehingga termasuk bacaan yang wajib dalam shalat, sekaligus mengisyaratkan agar kandungan surat al-Fatihah itu betul-betul dikuasai dan dijiwai. Telah banyak para ulama menulis tentang tafsir surat al-Fatihah secara khusus dan ditinjau dari berbagai seginya, salah satunya ulama Persatuan Islam (Persis) asal Garut, KH Aceng Zakaria.
Dalam salah satu karyanya berjudul "Tafsir Surat Al-Fatihah", Kiai Aceng menjelaskan nama-nama lain bagi surat al-Faitihah. Menurut dia, terdapat banyak nama bagi surat al-Fatihah sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits, di antaranya:
Baca Juga: 5 Nasihat Rasulullah soal Kematian, No 4 Jangan Minta Dimatikan1. Al-FatihahAl-Fatihah adalah nama yang populer. Disebut al-Fatihah, karena surat ini adalah pembuka bagi surat-surat yang ada dalam Alquran. Ditempatkan sebagai urutan pertama dalam urutan surat-surat Alquran.
2. Ummul Qur'anDisebut demikian karena surat ini merupakan induk Alquran, di mana pokok-pokok dan intisari Alquran sudah terangkum di dalamnya, yaitu pujian terhadap Allah, keyakinan terhadap hari pembalasan, tentang ibadah, akidah, hidayah dan tipe-tipe manusia yang beruntung karena mendapat hidayah, juga mereka yang dimurkai Allah dan mereka yang tersesat.
Baca Juga: Uu Minta Ikatan Remaja Masjid Tidak Tukcing3. Sab'ul Matsani Sab'u artinya tujuh ayat yang diulang-ulang. Disebut demikian karena surat ini terdiri dari tujuh ayat yang dibaca diulang-ulang dalam setiap rakaat shalat.
4. Al-AsasArtinya dasar atau fondasi. Disebut demikian karena surat Ini merupakan fondasi atau pijakan untuk meraih keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
5. Ash-ShalatSebagaimana dinyatakan dalam hadits qudsi: “Kami (Allah) membagi shalat (al-Fatihah) antara Kami dan hamba Kami menjadi dua bagian." Maksud shalat dalam hadits tersebut adalah al-Fatihah.
Baca Juga: Rukun Khutbah Jumat: Tetap Sah Walau Tanpa SyahadatSelain nama-nama di atas, masih terdapat nama-nama lain bagi surat ini, seperti al-Waqiyah (penjaga), al-Kafiyah (yang mencukupi), dan yang lainnya. Demikianlah nama-nama lain bagi surat al-Fatihah dan nama-nama itu semuanya berdasarkan penamaan dari Nabi sendiri sebagaimana dinyatakan dalam hadits-hadits shahih.
Urutan Turun Surat al-FatihahSebagaimana kita ketahui bahwa wahyu yang pertama kali diturunkan kepada Nabi adalah lima ayat dari surat al-'Alaq, sementara surat al-Fatihah adalah surat kelima menurut urutan turun surat, yaitu pertama al-'Alaq; kedua al-Qalam; ketiga al-Muzammil; keempat al-Mudatsir; dan kelima al-Fatihah.
Tetapi dalam susunan Alquran, ternyata al-Fatihah ditulis sebagai surat pertama dan surat an-Nas sebagai surat yang terakhir. Hal ini tentu saja bukan semata-mata ijtihad dari para shahabat untuk menyusun urutan penulisan surat-surat Alquran, tetapi tentu saja atas dasar petunjuk dari Nabi.
Baca Juga: Bolehkah Masyarakat Umum Menafsir Alquran? Ini Pandangan Quraish ShihabSebagai bukti, surat al-Muzammil terdiri dari ayat-ayat Makiyyah dan ayat-ayat Madaniyyah, dan ternyata digabung dalam satu surat. Hal ini tidak mungkin atas dasar ijtihad para shahabat belaka.
Dengan demikian, surat al-Fatihah termasuk kelompok surat-surat Makiyyah, yaitu surat-surat yang diturunkan di Makkah. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa surat al-Fatihah diturunkan dua kali, pertama di Makkah dan kedua kali di Madinah.
Keutamaan Surat al-FatihahDengan penempatan surat al-Fatihah sebagai surat yang pertama dalam Alquran, itu sudah cukup menunjukkan keutamaan surat al-Fatihah. Demikian pula dengan penamaan al-Fatihah, yaitu surat pembuka.
Baca Juga: Kaya Manfaat, Jangan Kupas Kulit 14 Buah dan Sayuran IniDi samping itu, Nabi sendiri menyatakan dengan langsung bahwa al-Fatihah adalah surat yang paling agung yang terdapat dalam Alquran.
Nabi SAW bersabda kepada Abu Sa'id: “Sungguh akan kami ajarkan kepadamu surat yang “paling agung dalam Alquran." (H.R. Ahmad). Surat tersebut adalah surat al-Fatihah.
(zhd)