LANGIT7.ID, Jakarta - Masyarakat Quraisy mengenal Muhammad shalallahu alaihi wasalaam sebagai sosok yang berakhlak mulia. Rasulullah bahkan digelari Al Amin, pria yang paling dapat dipercaya, sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul.
Selain memiliki
inner beauty yang menakjubkan, Rasulullah juga memiliki ciri fisik yang mengagumkan. Ciri fisik Rasulullah dalam banyak riwayat hadits digambarkan sebagai manusia dengan rupa paling sempurna.
Meskipun demikian, Rasulullah pun pernah mengalami penolakan saat melamar wanita yang beliau shalallahu alaihi wasallam sukai. Lamaran cinta Rasulullah pernah ditolak dua kali oleh wanita bernama Fakhita binti Abi Thalib bin Abdul Muthalib. Ia merupakan sepupu Rasulullah yang dikagumi masyarakat Quraisy karena kecantikannya dan baik pribadinya. Muhammad muda pun jatuh hati padanya.
Baca Juga: Cinta Sejati Rasulullah pada Khadijah, Cinta yang Tumbuh dalam PerjuanganRasulullah lalu menyampaikan perasaannya kepada pamannya dan memohon restu untuk menikahi putrinya. Pada momen yang sama, ada pria lain yang juga melamar wanita yang dikenal dengan nama Ummu Hani itu. Pria itu bernama Hubairah bin Abu Wahab.
Abu Thalib menerima lamaran Hubairah atas nama putrinya. Suatu hari Rasulullah pernah bertanya alasan Abu Thalib menolak lamarannya. Abu Thalib menjawab, bahwa hal itu untuk menjaga hubungan baik kedua kabilah.
Baca Juga: Hati Sering Gelisah? Yuk Berdzikir dengan Bacaan dari Alquran
“Wahai Muhammad, putriku telah ku serahkan pada kabilah Makhzum sebagaimana kabilah itu menikahkan putrinya dengan kabilah kita, yakni orang tuamu. Abdullah dan Aminah”. Saat Muhammad diangkat sebagai Rasul dan mulai mendakwahkan Islam, Ummu Hani pun masuk Islam. Namun, tidak demikian dengan suaminya, Hubairah yang tetap pada keyakinan leluhurnya. Keduanya pun bercerai. Untuk yang kedua kalinya, Rasulullah melamar kembali Ummu Hani. Sambil berlinang air mata, Ummu Hani menolak lamaran Rasulullah dengan halus.
Baca Juga: Bagaimana Hukumnya Menerima Sedekah dari Uang Haram?
“Wahai Rasul, engkau lebih kucintai dari pandangan dan pendengaranku. Demi Allah aku mencintaimu di masa jahiliyah terlebih lagi pada saat ini. Tapi kini aku telah renta sedang hak seorang suami sangatlah besar. Aku tak ingin merepotkanmu wahai Rasul. Aku khawatir jika aku membaktikan diri pada suami, aku akan lalai terhadap kewajibanku pada anak. Dan jika ku baktikan hidupku pada anak-anakku, aku akan lalai terhadap kewajibanku pada suami.”
Rasulullah berkata, “Terpujilah wanita yang mengasihi anak-anaknya yang masih kecil serta sangat berhati-hati atas tugasnya sebagai seorang istri.”
Baca Juga: Rasulullah Anjurkan Tidur dengan Lampu Mati, Ini Manfaat dari Sisi Medis(zhd)