LANGIT7.ID, Jakarta - Puasa Ayyamul Bidh adalah shaum sunnah yang dikerjakan selama tiga hari setiap bulan hijriyah. Cara puasa Ayyamul Bidh lebih umum dikerjakan pada pertengahan bulan, yakni tanggal 13,14, dan 15 sesuai hadits dari Abu Dzar.
Cara puasa Ayyamul Bidh berturut-turut seperti itu sebagaimana disebutkan Rasulullah. Dari Abu Dzar radiallahu anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya:
يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
"Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15." (HR Tirmidzi).
Baca Juga: Besok Puasa Ayyamul Bidh, Puasa 3 Hari Seperti SetahunCara puasa Ayyamul Bidh memang dapat dilakukan tiga hari berturut-turut pada pertengahan bulan. Bila tidak memungkinkan, puasa Ayyamul Bidh boleh dilaksanakan dengan berpuasa pada hari apa saja sebanyak tiga kali dalam bulan tersebut.
Sebagaimana Mu’adzah bertanya pada ummul mukminin Aisyah Radiallahu anha:
أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ قَالَتْ نَعَمْ. قُلْتُ مِنْ أَيِّهِ كَانَ يَصُومُ قَالَتْ كَانَ لاَ يُبَالِى مِنْ أَيِّهِ صَامَ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
“Apakah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berpuasa tiga hari setiap bulannya?” Aisyah menjawab, “Iya.” Mu’adzah lalu bertanya, “Pada hari apa beliau melakukan puasa tersebut?” ‘Aisyah menjawab, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa. (HR Muslim).
Baca Juga: Masjid Nurullah Kalcit, Oase di Tengah Gedung Pencakar LangitBerdasar hadits Rasulullah, para ulama menjabarkan cara mengerjakan puasa Ayyamul Bidh berdasarkan pembagian waktunya. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin menjelaskan, puasa tiga hari setiap bulannya boleh dilakukan pada sepuluh hari pertama, pertengahan bulan atau sepuluh hari terakhir dari bulan Hijriyah.
Puasa Ayyamul Bidh dapat pula dikerjakan per sepuluh hari masing-masing satu hari. Puasa tersebut bisa pula dilakukan setiap pekan satu hari puasa. Ini semuanya boleh dan melakukan puasa tiga hari setiap bulannya ada keluasan melakukannya di hari mana saja.
Baca Juga: Masjid Arab di Makassar Lambang Keberagaman, Berdiri di Tengah Kampung ChinaOleh karena itu, Aisyah mengatakan, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau di awal, pertengahan atau akhir bulan hijriyah)”.
Dilansir
Muhammadiyah.or.id, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Dr Muchammad Ichsan menjabarkan ada enam cara melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh:
1. Berpuasa berturut-turut pada tanggal 13, 14 dan 15 bulan hijriyah.
2. Berpuasa tiga hari pada hari Senin pekan pertama kemudian pada hari Kamis, lalu hari Senin pekan berikutnya.
3. Berpuasa tiga hari pada hari Senin pertama awal bulan dan dua hari Kamis.
Baca Juga: Sabet 8 Gelar dalam Ajang Olimpiade Vokasi Indonesia 20214. Berpuasa tiga hari pada hari Senin dan Kamis (di pekan pertama) dan satu hari apa saja.
5. Berpuasa tiga hari di awal bulan yaitu tanggal 1, 2, dan 3.
6. Berpuasa tiga hari dengan tidak ditentukan harinya, apakah di awal, di tengah atau di akhir, berturut-turut atau tidak.
Baca Juga: Hijrahnya Si Ratu Wushu, Pahami Syariat Islam Lanjut Berhijab(zhd)