LANGIT7.ID, Jakarta - Kesenangan dan kemewahan hidup terkadang membuat manusia melupakan lima hal mendasar, bahkan cenderung mengabaikan. Padahal waktu terus berputar, sementara manusia tak bisa mundur ke belakang untuk memaksimalkan sisa usia yang diberikan Allah Swt.
Karena itu manfaatkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara, yakni waktu muda, saat sehat, kekayaan, waktu luang, nikmat umur sebelum terjadi perkara yang sebaliknya. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seseorang:
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
Artinya: Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara, yakni waktu mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, masa kayamu sebelum kefakiranmu, luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum datang matimu. (HR Al Hakim).
Baca Juga: Tahun Ini Harus Lebih Baik dari Kemarin, Berikut Tips Perbaikan Diri ala Imam Al-Ghazali1. Muda sebelum tuaMasa muda merupakan masa produktif bagi manusia. Karenanya, masa muda harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bagi seorang muslim, masa muda adalah waktu produktif beramal saleh, beribadah, dan mencari ilmu. Kebiasaan di masa muda akan menentukan masa depan pada hari tua.
2. Sehat sebelum sakitManusia seringkali lalai dengan nikmat sehat, yakni tidak menjaga kesehatan dan memergunakan nikmat sehat dengan bermaksiat kepada Allah. Umar bin Khaththab mengatakan, “Aku tidak suka melihat seseorang yang berjalan seenaknya tanpa mengindahkan ini dan itu, yaitu tidak peduli penghidupan dunianya dan tidak pula sibuk dengan urusan akhiratnya”.
3. Kaya sebelum faqirKekayaan bagi seorang muslim adalah apabila hartanya sering dibelanjakan di jalan Allah. Nikmat harta dan keluasan rezeki berupa barang adalah sarana untuk menggapai ridha Allah. Kelebihan orang kaya dibanding orang miskin adalah harta yang dapat memaksimalkan ibadahnya kepada Allah.
Baca Juga: Tahun Baru Mobil Harus Prima, Ikuti 4 Tips Perawatannya saat Musim Hujan4. Luang sebelum sibukSelain nikmat sehat, waktu luang juga banyak disia-siakan. Seorang muslim harus memanfaatkan waktu luangnya dengan kegiatan yang bermanfaat, menambah kapasitas diri atau mencari ridha Allah.
Dari Ibnu Abbas Rasulullah bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Artinya: Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari nomor 6412).
5. Hidup sebelum matiSebuah ungkapan umum mengatakan bahwa penyesalan selalu datang belakangan. Demikianlah seburuk-buruknya kematian. Saat nyawa dicabut, manusia tidak bisa lagi melakukan apa-apa. Satu-satunya yang menemaninya ke alam akhirat ialah amal shaleh.
Firman Allah dalam Surat Al Munafiqun ayat 10:
وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
Baca Juga: Deretan Manfaat Beraktivitas di Pagi Hari, Mulai dari Fisik Hingga Pola PikirArtinya: Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.”
(zhd)