Kebanyakan masjid belum menjadi tempat yang ramah anak. Hanya karena anak-anak bermain di masjid, banyak pengurus masjid mengusir anak-anak atau bahkan melarangnya beraktivitas di masjid. Namun berbeda dengan Masjid Jogokariyan, simak berita selengkapnya!
Kiprah Masjid Jogokariyan sebagai masjid percontohan tak bisa diragukan lagi. Masjid yang dikenal dari saldo infaq nol rupiah itu ramai dengan jamaah dan memiliki banyak aktivitas sosial. Salah satunya adalah memberikan beasiswa bagi warga yang tak mampu.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Qur'an, KH Yusuf Mansur (UYM), mengatakan, spirit muharram bisa dimaknai untuk membangkitkan masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.
Masjid seharusnya menjadi tempat pelarian dari berbagai problematika kehidupan. Masjid di zaman Nabi Muhammad SAW membawa keberkahan dan menjadi langkah awal dalam kemerdekaan ummat.
Sosok Ustadz Jazir sangat berperan penting di balik kesuksesan Masjid Jogokariyan menjadi masjid yang makmur sekaligus memakmurkan ummat di kampung sekitar.
Peristiwa terbakar dan dibangunnya kembali, diabadikan dalam prasasti 4 bahasa (Arab, Jawa, Belanda dan Melayu), yang dipasang menyatu dalam bagian dinding gapura masjid.
Erdogan menerangkan, Masjid Bascarsija merupakan salah satu simbol Kota Sarajevo. Menurutnya, Pemerintah Turki enam tahun lalu memutuskan untuk mengembalikan masjid tersebut ke kejayaannya dahulu.
Ibnu Taimiyah berkata, sesungguhnya hati adalah raja dan yang lain adalah prajurit. Jika hati seseorang sudah tunduk, maka yang lain pasti mengikuti. Ini sangat relevan dengan konsep pengasuhan anak.
Vaksinasi tersebut merupakan kerjasama antara PMDG dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Ponorogo. Sejak awal Covid-19, PMDG sangat serius menangani wabah dengan tujuan agar keselamatan jiwa santri-santriwati dan para asatidz.
Ummat Islam di Yogyakarta tak asing lagi dengan Masjid Jogokariyan. Ada sosok sentral di belakangnya yakni Ustadz Jazir yang jadi sosok di balik layar.