Fungsi masjid di era Rasulullah hanya 20 persen untuk beribadah. Selebihnya dioptimalkan untuk berbagai kegiatan sosial dan pusat pembangunan peradaban.
Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, memaparkan 25 fungsi Masjid Nabawi pada masa Rasulullah SAW. Masjid kala itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual saja, namun segala aktivitas sosial masyarakat hingga teknis pemerintahan.
Ada hikmah besar dari masjid multifungsi pada era nabi. Masjid menjadi tempat peningkatan peribadatan individual maupun kolektif. Di masjid pula kerjasama-kerjasama strategis bisa dilakukan, seperti peningkatan ekonomi umat.
PT. Kereta Api Indonesia (Persero), menandatangani perjanjian kerja sama dengan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) dalam rangka Pemanfaatan Lahan atau Aset PT KAI untuk Penataan Kawasan Masjid Istiqlal.
Topik masjid sunnah dan bid'ah ramai jadi perbincangan warganet di media sosial. Mengapa tempat ibadah sampai diperselisihkan oleh sebagian ummat Islam?
Masjid bisa jadi tempat vaksinasi, sehingga tercapai target vaksinasi 70 persen. Karena Indonesia spiritnya adalah beragama, Ketuhanan Yang Maha Esa, perlu sentuhan-sentuhan keagamaan dan keyakinan
Pesan Jusuf Kalla sebagai ketua DMI yakni mengambil hikmah dari masjid agar ummat Islam kaya. Karena itu Baitullah jangan hanya jadi tempat beribadah semata.
Wali Kota Bengkulu mengajak seluruh jamaah masjid dan mushola untuk melaksanakan musyawarah harian, membicarakan masalah harian warga dan persoalan umat di Masjid.
Masih banyak masjid di tanah air memiliki kendala pendanaan untuk menggiatkan program-program dakwahnya. Ketidakprofesionalan pengelola menjadi faktor utama fundraising masjid tak maksimal. Hanya mengandalkan pemasukan dari kotak amal atau kencleng jumatan.
Masjid Ash Shalihin, Koja, Jakarta Utara menjadi masjid pertama yang menggelar program vaksinasi Covid-19 Pemprov DKI Jakarta. Masjid sebagai sentra vaksinasi bisa menjadi upaya untuk mempercepat terbentuknya kekebalan komunal akibat pandemi.
Penggunaan menara pada masjid pertama kali diterapkan oleh Khalifah Al Walid (705-715) pada era Dinasti Bani Umayyah. Khalifah yang punya selera estetika tinggi terhadap arsitektur Islam tertarik dengan konsep menara lonceng pada katedral Santo John yang kemudian dipugar menjadi masjid.