Zulkfili Hasan menyatakan, Kementerian Perdagangan akan memonitor harga barang kebutuhan pokok agar tetap stabil imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi).
Ketidakpastian harga komoditas minyak global berdampak pada perekonomian Indonesia hingga harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pun kembali naik meskipun subsidi diberikan sangat besar.
Masalah membengkaknya pagu subisidi BBM dalam APBN bisa diatasi dengan pengawasan ketat atas distribusi BBM. Pemerintah mengungkapkan bahwa BBM bersubsidi banyak dinikmati masayarakat kalangan mampu.
Subsidi dan kompensasi energi yang salah sasaran menjadikan anggaran APBN semakin tidak sehat. Alokasi nilainya dari Rp502 triliun menjadi Rp698 triliun.
Alih subsidi menjadi bantuan sosial dinilai lebih tepat sasaran. Sebab masyarakat yang membutuhkan, menerima uang secara cash untuk memenuhi kebutuhannya.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menunjukkan kelemahan negara. Pemerintah dipandang tidak mampu mengatur pendistribusian BBM bersubsidi.
Pemerintah menjanjikan akan mengalihkan subsidi BBM untuk bantuan langsung tunai (BLT) agar tepat sasaran. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai pengalihan subsidi BBM untuk BLT tidak akan menutup dampak negatif dari kenaikan harga BBM.
Pemerintah secara resmi telah menaikkan harga BBM Subsidi per hari ini, Sabtu (3/9/2022). Harga BBM naik sebab subsidinya sebesar Rp502 triliun dicabut dan akan dialihkan hal-hal berikut.
Isu kenaikan harga BBM yang disebut bakal diumumkan 1 September 2022 belum nampak. Meski demikian, pengamat kebijakan publik menilai pemerintah harus cermat dalam mengambil keputusan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memberi sinyal kemungkinan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) segera naik. Menteri EDSM isyaratkan kenaikan bulan depan.
Ada 5 rekomendasi rumah subsidi dengan harga Rp100 jutuaan. Lokasi komplek perumahan ini berada di sekitaran Bekasi, jaraknya 20-30 menit dari pusat kota.