Depresi antepartum saat hamil sering tak terdeteksi. Kenali gejala dan penyebabnya, dari perubahan hormon hingga masalah lingkungan. Pahami pentingnya kesehatan mental ibu hamil.
Program cek kesehatan mental gratis lewat SATUSEHAT kini bisa diakses seluruh masyarakat Indonesia. Daftar mudah via aplikasi, tersedia di 10.000 puskesmas dan 15.000 klinik swasta.
Food noise, gangguan pikiran obsesif tentang makanan yang bisa menggagalkan diet. Pahami penyebab dan dampaknya terhadap kesehatan mental dan penurunan berat badan.
Studi terbaru mengungkap fakta mengejutkan: kenaikan berat badan bisa tingkatkan kebahagiaan! Temukan hubungan kompleks antara BMI dan kesejahteraan emosional dalam penelitian 9.000 peserta.
Riset terbaru ungkap musik bukan sekadar hiburan, tapi mampu membentuk ulang kenangan dan emosi. Temuan ini buka peluang terapi musik untuk kesehatan mental.
Penelitian terbaru ungkap olahraga aerobik efektif cegah Alzheimer dengan mengurangi protein berbahaya di otak. Temukan manfaat olahraga untuk kesehatan otak Anda.
Stres berlebihan ternyata dapat mengacaukan sistem memori otak, mengubah persepsi antara situasi aman dan berbahaya. Penelitian terbaru mengungkap bahwa gangguan pada sistem endocannabinoid otak akibat stres kronis membuat seseorang sulit membedakan ancaman nyata, memicu kecemasan berlebih dalam situasi normal.
Studi terbaru mengungkap fakta mengejutkan: susu nabati seperti susu kedelai, oat, dan almond ternyata dapat meningkatkan risiko depresi. Sebaliknya, susu sapi semi-skim justru menurunkan risiko depresi hingga 17% dan kecemasan 29%. Kandungan asam lemak tak jenuh dalam susu semi-skim berperan melindungi kesehatan mental.
Penelitian terbaru mengungkap manfaat jalan kaki untuk kesehatan mental. Berjalan minimal 7.000 langkah sehari terbukti mengurangi risiko depresi pada orang dewasa. Meski bukan solusi utama, aktivitas sederhana ini bisa menjadi langkah awal menjaga kesehatan mental secara alami dan berkelanjutan.
Penelitian terbaru membuktikan olahraga intensitas sedang hingga tinggi tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga meningkatkan daya ingat hingga 24-48 jam setelahnya. Peningkatan aliran darah ke otak memicu pelepasan norepinefrin dan dopamin, memberikan manfaat kognitif jangka panjang, terutama bagi orang berusia 50-83 tahun.
Serangan panik berbeda dengan kecemasan biasa. Meski keduanya memiliki gejala mirip seperti jantung berdebar dan berkeringat, serangan panik lebih intens dan mendadak. Mengenali perbedaannya penting untuk mendapatkan penanganan tepat. Teknik pernapasan dan bantuan profesional kesehatan mental dapat membantu mengatasi kedua kondisi ini.