Konstans II menyiapkan 300 kapal untuk merebut kembali Mesir dari tangan Muslim. Armada itu mendarat tanpa terdeteksi di Iskandariah. Inilah salah satu operasi militer paling berani pada abad ke-7.
Keputusan politik di Mesir, ketegangan elite Arab, dan kelengahan administratif membuka celah. Dari Iskandariah, orang-orang Romawi menulis ke Konstantinopel, memanggil kembali bayang-bayang Bizantium.
Begitu dilantik, Utsman bin Affan memilih meneruskan kebijakan Abu Bakar dan Umar. Di tengah gejolak daerah dan ancaman luar, sang khalifah ketiga lebih hati-hati ketimbang inovatif.
Di awal pemerintahannya, Utsman bin Affan menghadapi ancaman beruntun dari Persia dan Romawi. Kebijakan luar negerinya terpaksa mengikuti garis keras pendahulunya demi menjaga kedaulatan.
Di bawah bayang-bayang Snouck Hurgronje, kolonial Belanda berusaha memahami Islam sambil tetap mencurigainya. Dari politik pengawasan dan tafsir akademik yang bias, lahir kesadaran baru di kalangan Muslim Hindia.
Tragedi Cimareme 1919 mempertemukan dzikir dan peluru. Di balik doa Haji Hasan tersimpan perlawanan agraria dan kebangkitan politik Islam. Kolonial menanggapinya dengan darah, bukan keadilan.
Tragedi Cimareme 1919 membuka babak kelam antara kolonialisme dan kesalehan rakyat. Dari dzikir yang disangka pemberontakan hingga perpecahan Sarekat Islam, sejarah mencatat iman dan politik pernah bertarung di tanah Priangan.
Di awal abad ke-20, Islam di Hindia Belanda tak lagi sekadar urusan doa dan tarekat. Sarekat Islam menjelma kekuatan sosial baru yang membuat resah pejabat kolonial, misionaris, dan para orientalis Belanda.
Dari ruang pengajian dan percetakan kecil, muncul gelombang reformasi Islam di Hindia Belanda: dari tarekat menuju serikat, dari sayyid menuju syekhlahirnya kesadaran modern dan kebangsaan.
Di awal abad ke-20, ketika Hindia Belanda berupaya memahami sekaligus mengendalikan Islam, seorang penasihat kolonial bernama Christiaan Snouck Hurgronje menjadi arsitek intelektual di balik kebijakan itu.
Surat kabar Al-Imam hanya hidup dua tahun, tapi gaungnya membelah sejarah Islam di Asia Tenggaradari zikir di zawiyah ke debat di ruang publik, dari Sufisme ke Salafisme.
Dari ajaran tarekat di Mekah hingga perdebatan di Padang, dari fatwa Ahmad al-Fatani sampai kritik tajam Ahmad Khatib al-Minangkabawijejak Sufisme Nusantara menuntun lahirnya Islam modern Indonesia.
Di awal abad ke-20, Bandung geger oleh tuduhan iblis bersorban. Hasan Mustafa, ulama karismatik murid Snouck Hurgronje, dituding menyesatkan umatpadahal ia hanya mencoba berdamai dengan modernitas.