Menurut kajian sejarah, benih tasawuf muncul di zaman Tbiin, generasi setelah sahabat. Tanpa nama atau jargon mistik, mereka dikenal sebagai nussk (ahli ibadah) dan zuhhd (asketik).
Di Kayu Manis, sebuah desa dekat Cirebon, hampir seluruh penduduknya menganut paham ini. Mereka berdakwah lewat diskusi informal, kunjungan rumah, atau dialog di kampus-kampus.
Bukan dongeng, bukan pula sekadar sejarah. Kisah-kisah yang ada dalam lembaran Al-Quran adalah strategi pendidikan Tuhan, yang membimbing manusia lewat cerita yang hidup dan penuh hikmah.
Ada paradoks dalam sejarah intelektual Islam: ajaran tauhid yang menjadi napas utama risalah kenabian justru baru menjadi ilmu setelah Nabi Muhammad wafat.
Jauh sebelum wahyu turun di Gua Hira, agama Nasrani telah menemukan jalannya ke kalbu sebagian orang Baduidengan biara, mabidz, dan air mata. Abrahah ternyata cukup berperan.
Banyak dari mereka mencurigai kisah-kisah qushash sebagai campuran antara kebenaran dan fantasi. Bahkan dalam sejumlah kesempatan, kalangan fakih meminta agar aktivitas para pendongeng dibatasi.
Pada saat negara Barat mengalami kemajuan dan sukses menjajah negeri Timur, para pemuda Islam mulai menjauhkan diri dari pemikiran tentang agama secara umum, termasuk risalah Islam dan Nabi Muhammad SAW.
Dalam waktu seratus tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad, para penggantinya (khalifah) berhasil membentuk sebuah kekhalifahan yang wilayahnya bahkan melebihi kekuasaan Kekaisaran Romawi.
Sebagaimana sering dikemukakan oleh para sejarawan, pada paruh kedua abad pertama Hijriah, terjadi dua perkembangan yang sangat signifikan dalam sejarah umat Islam.
Sebagian orang jahiliah menetapkan upah kerja harian bagi hamba-hamba perempuan mereka, dan hasilnya harus diserahkan kepada tuannya dengan cara apa pun.
Menurut Haekal, kurangnya pemahaman masyarakat Barat terhadap hakikat ajaran Islam dan sejarah Nabi Muhammad adalah faktor utama yang memicu permusuhan tersebut
Lantaran posisi sahabat begitu istimewa, kata Jalaluddin Rakhmat, maka tidak mengherankan bila mazhab sahabat menjadi rujukan penting bagi perkembangan fiqh Islam sepanjang sejarah