Di balik riuh perang kolonial, dakwah Islam di Nusantara bukan sekadar ibadah, tetapi bara perlawanan yang menyatukan umat, menguatkan iman, dan menyalakan api kemerdekaan.
Dari langgar kecil di Yogyakarta hingga pesantren megah di Jombang, dua organisasi Islam terbesar di Indonesia ini menorehkan sejarah panjang dalam mencerdaskan bangsa.
Perempuan sejak awal Islam bukan sekadar pengikut, tapi penjaga ilmu. Dari Aisyah hingga Rabiah, mereka jadi cahaya peradaban, meski sejarah kerap menyingkirkan peran besar mereka.
Menurut kajian sejarah, benih tasawuf muncul di zaman Tbiin, generasi setelah sahabat. Tanpa nama atau jargon mistik, mereka dikenal sebagai nussk (ahli ibadah) dan zuhhd (asketik).
Di Kayu Manis, sebuah desa dekat Cirebon, hampir seluruh penduduknya menganut paham ini. Mereka berdakwah lewat diskusi informal, kunjungan rumah, atau dialog di kampus-kampus.
Bukan dongeng, bukan pula sekadar sejarah. Kisah-kisah yang ada dalam lembaran Al-Quran adalah strategi pendidikan Tuhan, yang membimbing manusia lewat cerita yang hidup dan penuh hikmah.
Ada paradoks dalam sejarah intelektual Islam: ajaran tauhid yang menjadi napas utama risalah kenabian justru baru menjadi ilmu setelah Nabi Muhammad wafat.
Jauh sebelum wahyu turun di Gua Hira, agama Nasrani telah menemukan jalannya ke kalbu sebagian orang Baduidengan biara, mabidz, dan air mata. Abrahah ternyata cukup berperan.
Banyak dari mereka mencurigai kisah-kisah qushash sebagai campuran antara kebenaran dan fantasi. Bahkan dalam sejumlah kesempatan, kalangan fakih meminta agar aktivitas para pendongeng dibatasi.
Pada saat negara Barat mengalami kemajuan dan sukses menjajah negeri Timur, para pemuda Islam mulai menjauhkan diri dari pemikiran tentang agama secara umum, termasuk risalah Islam dan Nabi Muhammad SAW.
Dalam waktu seratus tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad, para penggantinya (khalifah) berhasil membentuk sebuah kekhalifahan yang wilayahnya bahkan melebihi kekuasaan Kekaisaran Romawi.
Sebagaimana sering dikemukakan oleh para sejarawan, pada paruh kedua abad pertama Hijriah, terjadi dua perkembangan yang sangat signifikan dalam sejarah umat Islam.