Nama itu semula terdengar asing. Bayi yatim, ditolak para penyusu, akhirnya diasuh perempuan miskin. Dari gurun yang keras, lahir pribadi yang kelak mengubah wajah sejarah dunia.
Hampir seabad lahir di Mesir, ide Ikhwanul Muslimin menyeberang ke Indonesia. Dari halaqah sunyi di masjid kampus, ia kini mengakar di partai politik. Bagaimana pengaruhnya bertahan di era demokrasi?
Di balik atap masjid bergaya kuil, umat Islam di Tiongkok berjuang mempertahankan iman. Dari Dinasti Ming hingga era Xi, sejarah mereka adalah kisah adaptasi dan perlawanan senyap.
Sejak awal abad ke-20, Islam dan komunisme bersaing memperebutkan ruang ideologis di Nusantara. Persaingan ini bukan sekadar doktrin, melainkan juga perebutan pengaruh politik.
Di tengah riuh perdebatan identitas, satu kata kembali disorot: umat. Kata yang tampak sederhana, tetapi menyimpan kedalaman makna yang tak habis ditafsirkan.
Di balik riuh perang kolonial, dakwah Islam di Nusantara bukan sekadar ibadah, tetapi bara perlawanan yang menyatukan umat, menguatkan iman, dan menyalakan api kemerdekaan.
Dari langgar kecil di Yogyakarta hingga pesantren megah di Jombang, dua organisasi Islam terbesar di Indonesia ini menorehkan sejarah panjang dalam mencerdaskan bangsa.
Perempuan sejak awal Islam bukan sekadar pengikut, tapi penjaga ilmu. Dari Aisyah hingga Rabiah, mereka jadi cahaya peradaban, meski sejarah kerap menyingkirkan peran besar mereka.
Menurut kajian sejarah, benih tasawuf muncul di zaman Tbiin, generasi setelah sahabat. Tanpa nama atau jargon mistik, mereka dikenal sebagai nussk (ahli ibadah) dan zuhhd (asketik).
Di Kayu Manis, sebuah desa dekat Cirebon, hampir seluruh penduduknya menganut paham ini. Mereka berdakwah lewat diskusi informal, kunjungan rumah, atau dialog di kampus-kampus.
Bukan dongeng, bukan pula sekadar sejarah. Kisah-kisah yang ada dalam lembaran Al-Quran adalah strategi pendidikan Tuhan, yang membimbing manusia lewat cerita yang hidup dan penuh hikmah.
Ada paradoks dalam sejarah intelektual Islam: ajaran tauhid yang menjadi napas utama risalah kenabian justru baru menjadi ilmu setelah Nabi Muhammad wafat.
Jauh sebelum wahyu turun di Gua Hira, agama Nasrani telah menemukan jalannya ke kalbu sebagian orang Baduidengan biara, mabidz, dan air mata. Abrahah ternyata cukup berperan.