Dalam suatu penelitian dikatakan bahwa kondisi ini dapat tetap terjadi selama dua tahun setelah seseorang mengalami tekanan emosional yang berat seperti pada pandemi ini.
Gaya hidup sedentary yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk berjam-jam dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular atau penyakit kurang gerak.
Neuropati diabetik adalah penyakit gangguan sarap yang disebabkan oleh penyakit diates. Sayangnya, kondisi ini seringkali tidak disadari sejak awal karena gejalanya yang dianggap remeh.
Mengkonsumsi makanan yang kaya kandungan protein sangat dibutuhkan oleh tubuh. Meski begitu, tetap harus diimbangi asupan makanan yang masuk antara protein dan karbohidrat.
Tahun baru banyak orang mulai merencanakan untuk menyusun gaya hidup sehat. Mulai dari menyusun daftar rencana diet ketat atau olahraga militan hingga mengubah pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi.
Menurut Dokter Zaidul Akbar, untuk dapat merawat imunitas harus tahu terlebih dulu sumbernya. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam penjagaannya. Ditambahkan Zaidul, pusat sistem imun manusia terletak pada perut, pencernaan atau usus.
Pernahkah Anda mengalami rambut kusut dan rontok? Umumnya orang akan mengambil kesimpulan situasi yang dialami tersebut berhubungan dengan masalah kesehatan.
Kasus pertama Florona, flu corona terdeteksi di Israel. Seperti dilaporkan, hal tersebut terjadi lantaran gangguan kekebalan seseorang karena virus influenza dan SARS-Cov-2 yang masuk ke tubuh dalam waktu bersamaan.
BRIN). Sebelumya, LBM Eijkman berada di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Lembaga riset yang sudah diakui secara internasional itu pertama kali didirikan pada 1888.
Menjadi sehat dan merawat tubuh kita adalah bagian dari etika Islam. Gaya hidup sehat adalah gaya hidup yang dijalani oleh Nabi Muhammad SAW sendiri dan karenanya adalah bagian dari cara hidup Islami.
Pandemi COVID-19 membuat setiap orang semakin sadar akan kesehatan. Tubuh yang sehat akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Sehingga mampu membantu terhindar dari virus-virus yang menyerang, seperti virus Covid-19 dengan segala variannya.
Penderita penyakit ginjal kronis di Indonesia saat ini meningkat hampir dua kali lipat sejak 2013. Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar pada 2018, prevalensi PGK sebesar 3,8 per mil setiap wilayah di Indonesia, meningkat dari 2013 yang hanya 2 per mil.