MUI berharap pimpinan pondok dapat menyelesaikan kasus dengan pihak keluarga korban sebaik-baiknya dan searif-arifnya sesuai dengan watak dan jati diri pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan.
Gontor menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas masukan, saran, bahkan kritikan dari seluruh lapisan masyarakat berkaitan peristiwa meninggalnya Ananda kami AM dari Palembang.
Banyak alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang kini memegang jabatan penting di pemerintahan. Baik di legislatif, eksekutif, maupun di yudikatif. Berikut 7 di antaranya.
Pondok Modern Darussalam Gontor menegaskan komitmennya mengikuti proses hukum guna mengungkap secara tuntas kasus yang menewaskan salah satu santri inisial AM.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menilai, kasus kematian santri di Pondok Modern Darussalam Gontor berinisial AM tidak mengurangi kontribusi pesantren dalam mencerdaskan bangsa.
Kiai Cholil juga mengimbau orang tua tetap percaya pesantren sebagai lemabaga pendidikan terbaik bagi anak. Menurutnya, kasus dugaan penganiyaan di pesantren terjadi di luar kehendak manusia dan kontrol pesantren terhadap ribuan santri.
Luqman Hakim mengapresiasi Pondok Modern Darussalam Gontor dalam merespons cepat dugaan penganiayaan santri. Langkah Gontor menindak tegas santri terduga pelaku penganiayaan dinilai sudah tepat.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), memberikan dukungan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor untuk menyelesaikan masalah kematian santri berinisial AM dengan baik.
Wafatnya almarhum AM karena kasus dugaan penganiayaan adalah duka cita yang mendalam bagi keluarga besar Gontor. Pada saat yang sama, Pondok Modern Darussalam Gontor menyatakan wafatnya AM sebagai Hari Duka Cita.
Dalam olah TKP, anggota Satreskrim mendatangi beberapa lokasi yang berkaitan dengan kasus penganiayaan. Kepolisian memeriksa tempat pramuka yang ada di lingkungan ponpes Gontor hingga IGD salah satu rumah sakit.
Sebagai bentuk komitmen itu, Gontor bersama Polres Ponorogo menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Hadir langsung di lokasi TKP, Kapolres Ponorogo, Bapak AKBP Catur Cahyono Wibowo, berikut jajarannya.
Noor mengatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak memiliki niatan untuk menutup-nutupi kasus dugaan penganiayaan yang berujung wafatnya santri AM. Apalagi sampai menghalang-halangi proses hukum pengungkapan kasus ini.