Menurut Data Scientist asal Gresik yang berdomisili di Singapura, Ainun Najib, menilai sistem pendidikan di Indonesia perlu ditingkatkan untuk mendukung minat dan bakat siswa. Terutama dalam meningkatkan bakat anak-anak bertalenta.
Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Fathul Wahid, Ph.D, kondisi mutakhir di Indonesia paling tidak memunculkan dua isu besar pendidikan nasional. Pertama, terkait kualitas pendidikan yang buruk. Kedua, kesempatan atau pemerataan akses pendidikan.
Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, mengatakan, RUU Sisdiknas bukan akhir dari perjuangan menentukan pendidikan lebih baik.
Pemerintah berkewajiban menyelenggarakan layanan pendidikan sebagai pemegang amanat konstitusi agar masyarakat mendapat hak dasar tersebut. Tapi, realitanya pemerintah belum bisa menyediakan layanan pendidikan secara merata.
Hal yang tidak boleh dilupakan adalah manusia merupakan bagian dari alam. Manusia lahir dari proses alam. Jadi, naluri dasar manusia sudah tertanam sejak bayi.
Pegiat pendidikan Najeela Shihab menilai sistem pendidikan Indonesia merenggut kemerdekaan siswa untuk belajar. Memang terdengar kontradiktif, tapi itu yang sebenarnya terjadi.
Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menilai bahwa pelaksanaan Pembelajaran Daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) membuat ketimpangan pendidikan Indonesia yang telah lama ada, menjadi semakin melebar.
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyebut masih banyak lembaga pendidikan di pelosok-pelosok terjauh mengalami kesulitan hanya untuk bertahan hidup.
Untuk mencetak pengusaha, maka konsep pendidikan harus dibuat untuk melahirkan pengusaha dan metode belajar pun mesti langsung dari pelakunya yakni pengusaha
Label anak nakal disematkan tak hanya oleh sekolah tapi juga orang tua Lendo Novo. Namun justru dari gagasannya Sekolah Alam terwujud dan tumbuh besar. Kini tokoh dibalik sekolah tersebut telah berpulang.