Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud, mengungkapkan pandangannya terkait kesalahan yang dilakukan para pemimpin umat Islam dalam berdakwah saat ini.
Direktur Pusat Studi Media dan Demokrasi LP3ES, Dr Wijayanto, menilai ada dua akar masalah yang menyebabkan demokrasi di Indonesia mengalami kemunduran, lemah, dan terfragmentasi.
Dewan Pembina Perludem, Titi Anggraini, memprediksi Pemilu 2024 akan diwarnai kegaduhan elite politik. Namun, diskursus yang tercipta minus politik gagasan.
Kepala Pusat Studi Islamisasi Sains Pascasarjana Universitas Ibnu Khaldun (UIKA), Dr. Wido Supraha, menjelaskan, Islam hanya akan menjadi rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil-alamin) jika ditegakkan.
Dalam Islam, politik atau siyasah adalah tindakan apapun yang mendekatkan manusia kepada kebaikan dan menjauhkan manusia dari kerusakan. Walaupun tindakan itu tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah dan tidak pernah ada wahyu yang diturunkan tentangnya.
Terkait rivalitas dalam persaingan politik, hal ini menguji kesadaran terhadap hukum dan HAM setiap individu. Dalam politik sangat tidak diharapkan adanya pelanggaran terhadap hukum dan HAM apalagi cuma demi kepentingan pribadi atau kelompok.
Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, mengatakan, reformasi sistem pemilu dan suksesi kepemimpinan 2024 menjadi isu strategis kebangsaan yang diperjuangkan Muhammadiyah.
Menurut Listyo, perbedaan perdapat dan pilihan dalam pesta demokrasi lima tahunan adalah hal yang biasa. Oleh karena itu, seluruh calon pemimpin pun juga harus berkomitmen dalam menjaga persatuan dan kedaulatan Bangsa.
PKS meyakini dengan terbentuknya minimal tiga paslon capres dan cawapres akan mampu memitigasi dan meminimalisasi polarisasi di tengah masyarakat serta memberikan lebih banyak alternatif pilihan bagi masyarakat.
Dewan Pers bakal menggelar pelatihan liputan politik jelang pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang. Pelatihan itu ditujukan untuk merespons pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait maraknya konten negatif di media sosial.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah menjadi sorotan publik seiring ditinggalkan sejumlah kadernya. Terbaru, Rian Ernest Tanudjaja memutuskan untuk keluar dari PSI.
Menurut Kiai Masduki, dalam tahun politik 2024 nanti MUI harus menempatkan diri sebagai lembaga yang netral serta dapat mengambil posisi yang strategis.