Puan mengingatkan agar para santri Ponpes Mahasina Darul Qur'an wal Hadits belajar dengan baik agar bisa memberikan pengabdian terbaiknya untuk bangsa dan negara.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), TGH Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB), meminta para pengurus pesantren untuk menjadikan pondok pesantren sebagai tempat ramah santri dan tak ada kekerasan yang berpotensi menimbulkan fitnah.
Penggalangan opini yang terjadi bisa saja menuntun pada perilaku zalim, tidak adil, hingga munculnya stigma terhadap pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam. Bahkan, Bukhori menilai bisa saja masuknya narasi Islamophobia.
Kedua tersangka adalah senior satu tingkat di atas AM. Keduanya dijerat dengan pasal Pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76c UU tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 170 ayat (2) ke 3e KUHP.
Pondok Modern Pesantren Darussalam Gontor menyebut, santri berinisial AM (17) yang meninggal dunia karena diduga mengalami kekerasan tergolong mati syahid.
Fuadi mengatakan musibah ini menjadi pelajaran berat untuk ponpes Gontor. Terlebih, para Kiai selama ini mengharamkan kekerasan di pondok dan akan mengusir siapa saja yang melanggar.
Fuadi menuturkan bahwasanya para Kiai mengharamkan kekerasan di ponpes dan siapa saja yang melanggar akan diusir. Melihat peristiwa saat ini, Fuadi menilai jika pihak keluarga AM harus dibantu mendapatkan keadilan.
Ustaz Amal Fathullah Zarkasyi menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian ananda AM. Menurutnya, almarhum AM dikenal sebagai santri yang pandai dan memiliki pergaulan yang baik.
Pimpinan Ponpes Gontor 1, KH Akrim Mariyat, mengatakan kedatangan mereka ke makam AM untuk menyampaikan ucapan belasungkawa serta mendoakan agar semua dosanya diampuni oleh Allah SWT.
Sekaligus pihak Gontor berlapang hati bermuhasabah dan memberi jalan terbuka pada proses hukum, seraya konsolidasi agar hal tersebut tidak terulang kembali dalam bentuk apapun, ucapnya.
Kitab kuning merupakan salah satu materi yang dipelajari santri di pondok pesantren (ponpes). Lalu sebenarnya apa isi dari buku tersebut serta bahasannya?