Ribuan warga Palestina memperingati Maulid Nabi Muhammad pada Kamis (4/9/2025) di Masjid Ibrahimi di Kota Hebron, Tepi Barat dengan pengawasan ketat Israel.
Maulid ala sufi bukan sekadar ritual, tapi perayaan cinta: qasidah, zikir, dan doa berpadu dalam harmoni spiritual. Di baliknya, perdebatan klasik soal bidah masih terus menyala.
Saudi menolak Maulid Nabi dengan alasan bidah, tapi pernah menggelar peringatan besar untuk Muhammad bin Abdul Wahhab. Sebuah paradoks antara puritanisme dan politik kekuasaan.
KH Ihsan Said tegaskan keutamaan walimatan adzimatan dalam Maulid Nabi. Walimah diyakini jadi sebab turunnya penjagaan Allah dari musibah dan bencana, serta mengangkat derajat hamba.
Dari gemerlap Maulid di era Abbasiyah hingga sunyi di Hijaz modern. Mengapa perayaan kelahiran Nabi menghilang dari Makkah dan Madinah? Ini kisah benturan tradisi, fatwa, dan politik.
Dari Kairo yang gemerlap hingga Mekah yang hening. Saat dunia Muslim berpesta Maulid, Saudi justru menutup pintu. Wahabi menyebutnya bidah. Tapi benarkah Maulid mati di tanah kelahiran Nabi?
Nama itu semula terdengar asing. Bayi yatim, ditolak para penyusu, akhirnya diasuh perempuan miskin. Dari gurun yang keras, lahir pribadi yang kelak mengubah wajah sejarah dunia.
Riwayat klasik hingga kajian astronomi modern tak sepakat soal tanggal lahir Nabi. Benarkah 12 Rabiul Awal hanya tradisi populer, bukan kepastian sejarah?
Dari Mesir abad ke-10 hingga Nusantara, Maulid Nabi terus menimbulkan perdebatan: bidah atau cinta Rasul? Kini, perayaan ini hadir di masjid, alun-alun, hingga media sosial.
Perayaan Maulid Nabi terus jadi perbincangan. NU melihatnya sebagai barokah tradisi, sementara Muhammadiyah menekankan purifikasi, menggeser ritual ke ruang edukasi.