Mempelajari hadits sangat penting bagi umat Islam pada umumnya dan kalangan akademisi secara khsusus. Minimal seorang muslim mengetahui darimana hukum-hukum agama diambil.
Saat maghrib tiba, hampir sebagian besar orang tua lekas menyuruh anak-anaknya untuk masuk ke dalam rumah dan menutup pintu jendela rapat-rapat. Sebagian masyarakat memiliki anggap menjelang waktu Maghrib adalah saat dimana setan mulai keluar.
Darus Sunnah awalnya hanya menerima santri yang telah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebab belajar ilmu hadits membutuhkan kesanggupan memahami bahasa Arab dan juga kepandaian di bidang ilmu-ilmu agama lain.
Seperti yang disampaikan dalam hadits, Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk sholat. (HR. Al Bukhari no. 6311 dan Muslim no. 2710).
Seorang di antara kalian sudah dianggap sedang dalam shalat selama shalat menahannya (di dalam masjid), tidak ada hal lain yang membuatnya kembali kepada keluarganya kecuali pelaksanaan shalat tersebut. (HR. Bukhari nomor 659 dan Muslim nomor 649).
Basmalah dibaca jahar dalam bacaan yang jahar seperti dalam shalat maghrib, Isya dan shubuh, dan dibaca sir dalam shalat yang bacaannya sir seperti dalam shalat zhuhur dan ashar.
Setiap muslim juga bisa memohon perlindungan untuk anak dari gangguan setan, dengan doa seperti yang pernah dipraktekkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam, ketika mendoakan cucunya, Hasan dan Husain.
Istri wajib memelihara diri ketika suaminya tidak ada. Yakni menjaga apa yang wajib atas mereka untuk menjaganya ketika para suami mereka tidak ada, seperti menjaga diri, kehormatan, anak-anak, rumah, dan harta.
Sebelum tidur, setidaknya ada enam sunnah yang dapat dilakukan seorang muslim. Begitupun ketika terbangun dari tidur, Rasulullah mengajarkan umatnya untuk melakukan beberapa sunnah.
Janganlah kamu, wahai bani israil, campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dengan memasukkan apa yang bukan firman Allah ke dalam kitab Taurat, dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran firman-firman Allah.
Setiap muslimin diperintahkan untuk menutup makanan dan minuman walaupun dengan sepotong ranting. Semua itu semata-mata diperintahkan bukan tanpa alasan.