Sudah seharusnya kaum muslimin mengedepankan untuk mencari ilmu ketimbang harta dunia. Pasalnya orang yang hidup di dunia dengan ilmu, akan mendapatkan keberuntungan hingga akhirat.
Terkait dalil Al-Qur'an di mana kita di dalam melihat dunia dan akhirat ini, jangan menyampingkan dunia tetapi juga jangan lupa akhirat adalah pintu utama, ujar Ustaz Burdah kepada LANGIT7.ID, dikutip Kamis(18/1/2022).
Dunia hanyalah tempat manusia tinggal sementara. Begitu pula dengan kenikmatan dunia, yang bersifat sementara. Kenikmatan yang sesungguhnya adalah di akhirat, tempat di mana kehidupan manusia sesungguhnya.
Aher mengatakan, Pemprov Jawa Barat tidak hanya ingin membangun masyakarat sejahtera di dunia. Lebih penting lagi, masyarakat juga bisa merasakan bahagia di akhirat kelak.
Di Padang Mahsyar nanti, banyak sekali orang yang baru menyadari apa itu kehidupan yang sebenarnya. Oleh karena itu, banyak yang mengatakan bahwa dia menyesal tidak mempersiapkan yang terbaik untuk kehidupan abadi itu. Kehidupan di akhirat kelak.
Hanya sedikit manusia yang memikirkan kehidupan di alam barzah. Sebab dunia membuat banyak orang sibuk, padahal tempat ini hanya persinggahan sementara.
Orang yang yakin Allah bersamanya, yakin Allah melihat amalnya, dan yakin Allah mengijabah doa-daonya. Nah, di sanalah ada kebahagiaan. Jadi orang yang berimanlah dasarnya mereka mendapatkan kebahagiaan fiddunya wal akhirah, ujar Ustaz Fatih.
Setelah meninggal dunia, manusia akan berada di kehidupan yang kekal di akhirat. Namun sebelum itu, manusia singgah terlebih dahulu di alam barzah atau kubur.
Mengetahui, memahami dan mengerti secara mendalam pertanyaan aksiologis tentang hakikat meyakini akhirat merupakan landasan fundamental yang akan menopang dan menumbuhkan kemantapan beragama.
Kematian adalah sebuah takdir yang tidak bisa dihindari oleh setiap umat manusia, dan tidak ada yang mengetahui kapan ajal akan menjemputnya selain Allah SWT.
Dia menegaskan bahwa perkara yang belum diatur serta belum memiliki jaminan yakni akhirat. Akan tetapi justru banyak dari umat muslim yang gemar melakukan maksiat.
Orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ tetap dihisab di akhirat. Namun Allah SWT menghitung pahala dan dosa mereka selama masih waras atau belum hilang ingatan.