Banyak umat Islam sering bertanya tentang wirid yang bisa menjadi pegangan hidup. Imam besar Masjid Istiqlal Prof Dr KH. Nasaruddin Umar memberikan pandangan tentang berbagai macam wirid yang bisa menjadi pegangan umat Islam. Menurutnya, wirid umat Islam boleh berbeda-beda.
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof Nasaruddin Umar, mengajak umat Islam untuk melakukan introspeksi dan evaluasi diri atas capaian spiritual di penghujung 2022.
Pertama adalah ahli taat, orang yang melakukan semua ajaran Islam karena penting dan wajib. Namun, tak jarang ketekunannya tersebut karena merasa terpaksa dan terbebani dengan ibadah wajib seperti salat.
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Amany Lubis mengungkapkan bahwa hubungan Indonesia dan Turki telah terjalin sejak lama. Sebelum kedua negara republik berdiri, kesultanan Turki Utsmani telah menjalin hubungan dengan kesultanan-kesultanan yang ada di Nusantara.
Mantan Kabareskrim Polri ini juga mengatakan, dengan terselenggaranya penganugerahan MTQ yang diikuti anggota Polri ini muncul anggota yang dalam pelaksanaan tugasanya, dapat bersama-sama dan bersinergi dengan ulama menjaga persatuan dan kesatuan.
Prof Nasaruddin berpesan, berbagai tantangan yang dihadapi harus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai pancasila, termasuk dalam menghadapi Pemilu 2024.
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar melihat keberadaan perempuan kerap terpinggirkan dari masyarakat. Padahal, Islam sangat memuliakan Perempuan. Di sisi lain, dia tak sepaham dengan gender equality yang menyamakan perempuan dan laki-laki secara total.
Sejak ditunjuk sebagai Imam Besar Istiqlal pada 2016, Prof Nasar membuat grand design renovasi Istiqlal dari segi fisik maupun non fisik. Baginya membangun Masjid Istiqlal bukan hanya dari segi fisik saja, tapi menjadikannya sebagai pusat pemberdayaan umat.
Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, merupakan seorang ulama yang memiliki kepakaran di bidang kajian gender. Menurutnya Islam mengajarkan kesetaraan gender yang berbeda dengan konsep yang diusung oleh feminisme.
Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, menegaskan, moderasi tidak bisa disejajarkan dengan liberalisasi maupun westernisasi. Moderasi dalam bahasa Al-Qur'an adalah Islam sebagai rahmatan lil-alamin.
Tak bisa dipungkiri, Masjid Istiqlal memang selangkah lebih maju ketimbang masjid-masjid lokal ataupun internasional. Hal ini jelas terlihat dari sejumlah program lainnya yang Masjid istiqlal miliki.
Prof Nasaruddin berharap agar kader-kader masjid memiliki kompetensi yang sesuai guna bisa menggantikan para pimpinan Istiqlal sebagai bentuk regenerasi yang baik bagi masjid.
Melalui pantauan instagram masjidistiqlal.official, Ozil tampak berada di shaf terdepan. Pria 33 tahun itu mengenakan peci hitam dan kaos warna senada.