Ia menjelaskan, persiapan dilakukan dengan sangat baik, mulai dari akomodasi hingga materi yang akan menjadi bahan pada muktamar nanti telah dipersiapkan dengan matang.
Ustaz Haris menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tranformasi bukan dakwahnya, melainkan gerakan dakwah yang fleksibel menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Kemudian gerakan dakwah juga untuk mewujudkan Islam yang Rahmatan lil 'Alamin.
Melalui pendekatan yang instensif, salah satunya dari jajaran Pimpinan Wilayah Persis DKI Jakarta, Ustaz Jeje mulai melunak dan menyatakan kesediaannnya untuk didorong jadi calon Ketua Umum PP Persis pada Muktamar XVI Persis.
Ketua STAIPI Jakarta ini menerangkan, berdasar hadits Nabi, tali-tali agama Islam itu akan terkelupas sehelai demi sehelai. Adapun yang pertama kali akan terkelupas dari tali Islam itu adalah tali hukum, sementara yang terakhir adalah tali salat.
Menurut Ketua STAIPI Jakarta ini, akidah dapat diartikan sebagai pelajaran yang paling mendasar dan merupakan ikatan seorang hamba-Nya dengan Allah SWT dengan seluruh ajarannya.
Menurut Ustaz Jeje, seorang mujtahid itu idealnya dalam memutuskan fatwa bukan hanya mempertimbangkan fahmun nushus (faham teks) tapi juga fahmun naas (memahami kondisi atau realitas manusia).
KH Jeje menilai, kenaikan harga BBM akan memberikan efek domino dalam perekonomian masyarakat. Harga BBM yang tinggi bisa membuat daya beli masyarakat menurun.
Ketua STAIPI Jakarta ini menjelaskan, berdasarkan hadis tersebut, pada masing-masing mukmin yang lemah ataupun yang kuat itu memiliki kebaikan tersendiri.
KH Jeje menjelaskan, banyak orang-orang kafir yang percaya akan adanya hari kiamat. Namun yang mereka tidak percaya yakni kehidupan setelah hari akhir.
Dalam rangka menyambut Muktamar Persis XVI di pertengahan September 2022 mendatang, diharapkan pada Muktamar nanti dapat menetapkan regulasi atau peraturan perundang-undangan jam'iyyah.