Dai kondang sekaligus pendiri Quantum Akhyar Institute, Ustadz Adi Hidayat (UAH), memaparkan keuntungan dunia akhirat para orang tua jika menyekolahkan anak di pesantren.
Pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan termasuk pada anak. Diantaranya orang tua kehilangan figur guru dan figur teman. Maka orang tua harus bisa menggantikan peran tersebut.
Dalam fase tumbuh kembang anak, setiap orang tua pasti berharap anaknya kelak bisa menjadi anak yang tangguh dalam menghadapi setiap persoalan hidup. Berikut tips dari Psikolog Universitas Airlangga.
Sebagian masyarakat Indonesia masih memiliki pola pikir satu arah dalam mendidik anak saat mereka harus belajar daring di tengah pandemi. Dimana semata-mata mengandalkan guru di sekolah yang bertatap muka dengan anak melalui layar gadget.
Pakar pengasuhan anak Irwan Rinaldi menyebut bahwa untuk mewujudkan ketahanan keluarga jika dilihat dari sisi pengasuhan tidak seperti tahu bulat, yaitu dadakan. Ketahanan keluarga tidak bisa terbentuk dengan sendirinya.
Artis Lyra Virna tak kuasa menahan air mata saat melepas anaknya untuk belajar di pondok pesantren. Curahan hati itu mewakili perasaan setiap orang tua saat harus berpisah dengan anak mereka ke pondok pesantren.
Orang tua harus memahami bahwa semua anak bisa bosan dalam belajar. Maka sangat penting untuk mengenali jenis-jenis kebosanan pada anak agar bisa ditanggulangi dengan baik.
Di masa pandemi, anak dituntut untuk terus belajar meski tidak hadir di sekolah. Banyak tantangan yang dihadapi mulai dari kebosanan. Maka menumbuhkan rasa cinta belajar pada anak sangat penting dilakukan.
Belajar daring di rumah menjadi keharusan pada masa pandemi ini. Tidak bisa dipungkiri, anak akan merasa bosan. Berikut tips mengatasi rasa kebosanan anak saat belajar daring.
Indonesia termasuk ke dalam 10 besar negara dengan fatherless atau father hunger dalam pengasuhan anak, yaitu tidak adanya peran ayah karena hanya hadir secara fisik, tetapi tidak terlibat dalam urusan perkembangan anak
Nabi Ibrahim adalah bapak para nabi. Dari kedua anaknya, Ishal dan Ismail, lahir para nabi. Dari Ishaq anak, lahirlah Ya'qub hingga Yusuf yang memesona.
Sekolah Alam, bisa menjadi pilihan tepat bagi orang tua untuk mengejar ketertinggalan psikomotorik anak yang kurang aktif selama pandemi akibat hanya belajar di rumah saja.