Dari gemerlap Maulid di era Abbasiyah hingga sunyi di Hijaz modern. Mengapa perayaan kelahiran Nabi menghilang dari Makkah dan Madinah? Ini kisah benturan tradisi, fatwa, dan politik.
Nilai membentuk wajah peradaban. Al-Quran menegaskan, perubahan sosial lahir dari perubahan mental. Jika hanya mengejar dunia, masyarakat cepat puaslalu runtuh.
Dari Guatemala, para astronom menegaskan bahwa pemandangan itu hanyalah awan yang diposisikan sempurna. Namun bagi umat Islam, gambaran Bulan terbelah adalah gema mukjizat Rasulullah SAW lebih dari seribu tahun lalu.
Sejak awal Islam diturunkan, agama ini bukan hanya memuat ajaran spiritual, tetapi juga mengandung visi moral yang kelak mewujud menjadi sistem hukum yang lengkap.
Di balik batang-batang pohon kurma itu, ada sejarah panjang penyimpangan spiritual. Tapi ada juga keberanian para utusan Tuhan yang menebasnya demi membebaskan manusia dari perbudakan pada simbol.
Tak banyak yang menyadari bahwa Makkah adalah kota yang lahir dari doa. Ketika Ibrahim meninggalkan istrinya, Hajar, dan putranya, Ismail, di lembah tandus tak bertanaman, ia tak meminta hujan, tidak pula tanaman.
Tak seperti Banu Hasyim yang melahirkan Nabi Muhammad, atau Banu Umayyah yang kelak berkuasa, Banu Taim hidup di tepi sejarah. Tapi dari pinggiran itulah Abu Bakar meniti jalan sunyi menuju panggung sejarah Islam.
Malam jatuh perlahan di kota Makkah, saat para lelaki Quraisy menyesap nabidh di sekeliling Kakbah. Mereka duduk melingkar, menyimak kisah dari utara dan selatan, dari Yaman hingga Hira, dari Ghassan hingga pedalaman Hijaz.
Sarah, yang menyimpan bara cemburu, merasa gusar. Terlebih ketika suatu hari ia melihat Ismail, si anak dayang, memukul adiknya. Murka Sarah memuncak. Ia tak ingin satu atap dengan Hajar dan anaknya.
Dari langkah sunyi seorang ayah dan putra di tanah tandus, hingga pusaran sejarah yang mengikat Makkah sebagai nadi keimanan umat Islam. Mengapa masih ada yang meragukan?
Kemungkinan besar, asal-usulnya bermula sejak ribuan tahun yang lalu. Yang dapat dipastikan adalah bahwa lembah tersebut dahulu menjadi tempat perhentian kafilah untuk beristirahat, karena terdapat sumber mata air.
Sejumlah ahli berbeda pendapat mengenai siapa yang disembelih oleh Nabi Ibrahim dan di mana peristiwa kurban itu terjadi. Apakah itu terjadi sebelum kelahiran Ishaq atau sesudahnya?