Andika awalnya hanya lulusan SD. Dia lalu mengambil Ujian paket B (setara SMP) dan kemudian melanjutkan Ujian paket C. Dia memilih mengambil paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mutiara. Dan kini lanjut kuliah di Universitas Terbuka Lampung.
Kisah Faiz Musa sangat menginsipirasi masyarakat Indonesia. Pemuda yang lahir dan besar di Arab Saudi ini pernah menjadi petugas haji dan cinta Indonesia.
Pakar Sejarah Islam, Dr Tiar Anwar Bachtiar, mengatakan, pesantren menjadi basis pergerakan masyarakat melawan penjajah. Dan ulama menjadi tumpuan dalam perjuangan merebut kemerdekaan.
Elemen masyarakat Lamongan menolak lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet yang belakangan viral di media sosial. Tokoh masyarakat setempat menilai lagu itu tidak pantas dan dianggap merendahkan Joko Tingkir yang merupakan tokoh panutan masyarakat Lamongan. Lalu, siapa sebenarnya Joko Tingkir?
Ada 5 pahlawan wanita yang berjasa bagi kemerdekaan Indonesia. Mereka turut hadir mengusir penjajah bersama pejuang-pejuang lainnya, sebagian besar pria.
Dalam peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara pada 28 Maret 1959, Bung Karno dengan tegas mengatakan, Islam merupakan agama yang dibawa oleh semua Nabi dan Rasul. Mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW dengan kitab pamungkas berupa Al-Qur'an.
Pahlawan perempuan Indonesia yang memperjuangkan hak-hak wanita bukan hanya RA Kartini. Seorang lagi yakni Raden Dewi Sartika yang berasal dari Jawa Barat.
Pengasuh Pesantren Riyadhul Jannah, Pacet Mojokerto, KH Mahfudz Syaubari, wafat pada Selasa (16/8/2022). Beliau merupakan sosok kiai saudagar yang memiliki omset miliaran per bulan. Namun hasil bisnisnya tak dimakan sendiri namun juga disumbangkan untuk fakir miskin.
Rasulullah SAW merupakan manusia terbaik yang pernah diciptakan di muka bumi. Tak heran jika sejarawan Michel H. Hart menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai manusia paling berpengaruh sepanjang masa.
Bapak Proklamator Ir Soekarno mengingatkan umat Islam Indonesia untuk mengikuti semua ajaran Islam yang telah dibawa Nabi Muhammad. Termasuk dalam berjuang menjadikan Indonesia sebagai bangsa besar.
Bung Hatta sebagai intelektual dan bapak Koperasi nasional yang merumuskan gagasan pokok ekonomi kerakyatan patut diteladani karena sangat relevan dan kontekstual dengan kondisi kekinian masyarakat Indonesia dan di masa akan datang.
Penulis Novel Best Seller Negeri 5 Menara, Ahmad Fuadi menyebut Buya Hamka pantas disebut sebagai bapak konten Indonesia. Menurut Fuadi, Konten-konten yang lahir dari tangan Buya Hamka sangat berkualitas. Terbukti karya-karyanya kekal dan masih diajarkan hingga kini.
Nama Abu Nawas atau Abu Nuwas begitu populer sebagai sosok yang cerdik, jenaka dan kocak. Dia sering mengakali Khalifah Harun Ar-Rasyid. Ada pula puisi cabul yang dinisbatkan kepadanya. Tapi, menurut Ustadz Asep Sobari, klaim tersebut sama sekali tidak memiliki dasar yang kuat.
Ketua Dewan Syuro Rabithah Alawiyah, Habib Zein Bin Umar Bin Smith, meninggal dunia pada Rabu (10/8/2022). Mantan Mustasyar PBNU itu merupakan salah satu ulama kharismatik Tanah Air.
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar melihat keberadaan perempuan kerap terpinggirkan dari masyarakat. Padahal, Islam sangat memuliakan Perempuan. Di sisi lain, dia tak sepaham dengan gender equality yang menyamakan perempuan dan laki-laki secara total.
Seorang mualaf, Liem Ho Ho, merupakan generasi pertama orang Tionghoa yang datang ke Banjarmasin. Dia mendirikan organisasi Persatuan Islam Tinghoa Indonesia.
Asma Elbadawi merupakan seorang wanita pemain dan pelatih basket yang membuat petisi untuk meminta FIBA mengubah aturannya, terkait dengan penggunaan penutup kepala atlet basket.
Menjadi mualaf merupakan suatu anugerah yang sangat mahal bagi mereka yang mendapatkan hidayah, karena hidayah tidak kunjung datang apabila seseorang tidak berusaha mencarinya.
Ulama memiliki jasa besar terhadap kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Itu fakta sejarah yang tidak bisa dibantah. Mulai dari sebelum kemerdekaan hingga detik-detik proklamasi, ada peran umat Islam di sana.
Teks Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dibacakan di sebuah rumah No.56 di Jalan Pegangsaan Timur, Cikini, Jakarta. Namun, tak banyak yang tahu jika mewakafkan rumah untuk peristiwa penting itu adalah Syekh Faradj bin Martak.