Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 25 Mei 2026
home global news detail berita

KH Jeje Zaenudin: Moderasi Beragama Penting dalam Hidup Bermasyarakat

Jaja Suhana Ahad, 16 Januari 2022 - 07:11 WIB
KH Jeje Zaenudin: Moderasi Beragama Penting dalam Hidup Bermasyarakat
Wakil Ketua Umum PP Persis KH. Dr. Jeje Zaenudin. Foto: Persis.or.id.
LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Ketua Umum Persatuan Islam (Persis), KH Jeje Zaenudin mengatakan bahwa moderasi dalam beragama dan bernegara penting dalam hidup bermasyarakat. Moderasi beragama atau dalam bahasa agama disebut wasathiyah Islam hendaknya jadi jalan hidup umat Islam di Indonesia.

Allah Swt berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 143:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا

"Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) 'umat pertengahan' agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu,..."

Baca Juga: Dosen STAIPI Bandung: Sampaikan Dakwah dengan Cara Lemah Lembut

Kiai Jeje mengatakan maksud dari umat pertengahan berdasarkan tafsir Imam Qurtubi, yakni pertama Allah hendak menjadikan umat Islam seperti ka'bah. Ka'bah yang terletak di tengah-tengah merupakan pusat bumi, maka umat muslim pun demikian, Allah ingin agar umat Islam menjadi pusat dari peradaban.

Kedua, umat Islam pertengahan ini berada di bawah nabi dan di atas umat-umat yang lain. Walaupun bukan nabi, seorang umat muslim mengemban amanah kenabian, yakni amar ma'ruf nahi munkar atau mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.

"Segala aktifitas umat Islam kapan dan di manapun mereka berada memiliki misi menebarkan kemakmuran dan mencegah kemungkaran serta menyeru manusia beriman," ujar Kiai Jeje Zaenudin dalam kajian virtual, dikutip Ahad (16/1/2022).

Baca Juga: 1,3 Juta Penduduk Indonesia Dapatkan Vaksinasi Dosis Ketiga

Ketiga, wasathiyah bermakna adil. Adil tidak dapat dipisahkan dari wasathiyah, adil bermakna pertengahan dan perkara yang paling baik adalah yang pertengahan.

Ia mengatakan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang beragam seperti di Indonesia, sikap wasathiyah penting diaktualisasikan dalam kehidupan. Dalam konteks beragama dasarnya adalah kitab suci sedangkan dalam konteks bernegara dasarnya adalah konstitusi.

"Jangan sampai kehidupan beragama berbenturan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Baca Juga: Menkominfo: Indonesia Berpeluang Besar Kembangkan Metaverse

Dalam konteks bernegara, Presiden Republik Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 18 tahun 2020 tentang Moderasi Beragama. Bahwa moderasi beragama dipilih sebagai modal mendasar untuk pembangunan bangsa.

Moderasi beragama bermakna sebagai cara pandang dalam kehidupan bersama, dengan cara melaksanakan ajaran agama, dan melindungi martabat manusia. Moderasi berlandaskan prinsip adil sebagai kesepakatan bersama.

"Umat muslim tidak dapat menolak dan mempertentangkan antara kemajuan kehidupan beragama kita berdasarkan Islam, dengan kehidupan berbangsa kita yang berdasarkan konstitusi," ujarnya.

Baca Juga: Mengenal Pencucian Uang, Ubah Uang Haram Seolah Legal untuk Hindari Hukum

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 25 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)