LANGIT7, Yogyakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam),
Mahfud MD mengatakan bila ingin memajukan dan mengembangkan
Islam, maka kaum muslimin harus fokus pada substansi. Bukan malah fokus pada simbol-simbol keislaman.
"Indonesia bukan negara Islam, tetapi negara Islami. Sifat keislaman tumbuh di sini melalui budaya. Kita membangun budaya Islami sesuai kebutuhan bangsa," ujar Mahfud MD melalui kanal Youtube Masjid Kampus
UGM, Rabu (6/4/2022).
Baca Juga: Kang Emil: Dakwah Tertinggi dalam Islam Lewat KekuasaanDia mengungkapkan alasan Islam dapat diterima dengan baik di Indonesia bahkan jadi mayoritas disebabkan para ulama terdahulu menyebarkannya dengan damai. Salah satunya dengan adaptasi kebudayaan setempat.
"Itulah yang dilakukan
Sunan Kalijaga dengan pendekatan budaya
wayang di Jawa. Sunan Kalijaga mengajak orang-orang menonton wayang dan dia sebagai dalangnya. Di tengah pertunjukan, Sunan Kalijaga pamit shalat karena sudah masuk waktunya. Kebiasaannya tersebut membuat orang-orang bertanya apa yang dilakukan Sunan dan lama-kelamaan mengikutinya," katanya.
"Sesudah wayang Sunan Kalijaga membuat lakon baru, lakon Kalimusodo. cerita tentang jimat kalimusodo yang sakti. Kalimusodo lalu diterjemahkan jadi dua kalimat
syahadat. Jadi Sunan Kalijaga mengislamkan orang dengan mengembangkan kebudayaan terlebih dahulu," ungkapnya.
Baca Juga: Habib Abdurrahman: Budaya Dibolehkan Asal Tak Bertentangan SyariatMenurutnya, para
Wali Songo tidak terfokus pada mengenalkan simbol Islam secara langung kepada masyarakat. Tetapi mereka mendakwahkan ajaran Islam dengan melebur melalui budaya-budaya yang sudah ada di masyarakat
Indonesia. "Oleh karena itu dari fenomena
budaya ini, istilah yang tepat meng-Indonesiakan Islam, bukan meng-Islamkan Indonesia," tuturnya.
Baca Juga:
Persis: Tarbiyah Islamiyah Merupakan Sistem Pendidikan Komprehensif
Mantan Pelaut Ini Dirikan Yayasan Sekolah Islam
(asf)