LANGIT7.ID, Jakarta - Mengkonsumsi telur mentah bersama susu atau jamu menjadi kebiasaan masyarakat di Indonesia. Namun, masyarakat harus berhati-hati karena
telur mentah berpotensi terinfeksi bakteri yang merugikan tubuh apabila ikut terkonsumsi.
Ahli Gizi Universitas Gadzah Mada, dr Toto Sudargo menjelaskan bahwa konsumsi telur mentah berbahaya bagi kesehatan, salah satunya karena rentan terinfeksi bakteri Salmonella. Bakteri ini bisa menembus cangkang telur dan masuk hingga ke bagian putih telur. Apabila telur dalam kondisi tidak bersih/kotor dari peternakan peluang infeksi Salmonella karena konsumsi telur mentah sangat besar.
Baca Juga: Benzema Buka Puasa Pakai Kurma dan Susu, Begini Manfaatnya"Infeksi
Salmonella bisa memicu kejang, mual, muntah, diare, bahkan kematian. Banyak efek buruk daripada manfaat yang didapat dari konsumsi telur mentah," ujar Toto Sudargo, dikutip dari laman Resmi UGM, Selasa (19/4/2022).
Dosen Departemen Gizi Kesehatan UGM itu mengatakan dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di International Jurnal of Food Sciences and Nutrition tahun 2004, mengungkapkan penyerapan protein oleh tubuh lebih banyak didapatkan dari konsumsi telur matang.
"Pada keadaan mentah, protein yang dapat diserap tubuh hanya sebesar 50 persen. Sedangkan dalam keadaan matang, protein yang diserap mampu mencapai 90 persen," katanya.
Baca Juga: Bikin Lancar Pencernaan, Ini Resep Bubur Kacang Hijau untuk Buka PuasaTelur sarat akan kandungan Vitamin (vitamin A dan D), Protein, Lemak, Omega 3, Omega 6, Kalsium, Fosfor, Pottasium, sodium serta kolestrol. Meskipun kaya gizi, menurut Toto, kandungan vitamin dalam telur bisa rusak bahkan hilang saat proses pengolahan atau memasak dilakukan dengan tidak tepat.
"Beberapa cara yang dapat dilakukanagar menjaga gizi telur adalah memasak dalam suhu yang stabil dan tidak terlalu lama baik dalam kondisi direbus ataupun digoreng," tuturnya.
Baca Juga:
Hemofilia: Kenali Jenis, Penyebab, dan Cara Penanganannya
Biar Tetap Sehat, Ade Rai Beri Tips Olahraga Saat Puasa(asf)