LANGIT7.ID, Jakarta - Amirul Hajj sekaligus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berpesan kepada seluruh petugas haji untuk tetap menjaga semangat dan kekompakan dalam melayani jemaah.
“Kita ini baru sampai di pertengahan. Belum di ujung. Kita akan menghadapi Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Jangan cepat puas, ini belum selesai,” kata Yaqut dalam acara Malam Ta'aruf dari Gedung Wardstul Baidho, Makkah, Arab Saudi, Selasa (5/7/2022) malam.
"Petugas haji tetap harus semangat dan melayani hingga jemaah haji pulang ke Tanah Air," sambungnya.
Lebih lanjut, Yaqut mengklaim banjir pujian pelaksanaan haji. Kendati begitu ia mengatakan ini bukan semata hasil kerja Kementerian Agama.
Baca Juga: Jelang Proses Puncak Haji, Menag: Arafah Siap Sambut Jemaah"Jika hari ini kita menerima banjir pujian dari jemaah. Mulai dari pelayanan kesehatan, pemondokan, hingga pelayanan petugas, saya ingatkan, ini adalah kerja sama dari semua pihak. Ini bukan hanya Kementerian Agama,” katanya.
Kementerian Agama, kata dia, tidak akan bisa berbuat jika tidak ada peran pihak lain yang membantu. DPR, DPD, Kementerian Kesehatan, BPK, beberapa kementerian dan lembaga, serta berbagai pihak lain. Semuanya mempunyai andil yang sangat besar sehingga pelaksanaan haji tahun ini bisa lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Ini bukan hanya Kementerian Agama. Kebetulan saja kita yang ditugasi secara teknis,” ujar dia.
“Jika ada kebaikan dalam pelaksanaan haji kali ini, maka poin kebaikan itu harus diterima oleh negara. Ini kebanggaan bagi bangsa dan negara. Pujian keberhasilan haji untuk negara,” imbuhnya.
Baca Juga: 25 Titik Shalat Idul Adha di Jakarta-Bekasi untuk Sabtu 9 JuliAcara Malam Ta'aruf diikuti para petugas haji dari seluruh Daker mulai Makkah, Madinah serta Daker Bandara dengan seluruh sektor yang ada. Seluruh Amirul Hajj, perwakilan anggota DPR, DPD, BPK, BPKH, serta seluruh pejabat Kementerian Agama dan pejabat dari berbagai lembaga yang membidani haji juga hadir.
Wakil Ketua DPR A Muhaimin Iskandar dalam sambutannya berpesan kepada seluruh petugas bahwa operasional haji tahun ini merupakan kesempatan untuk menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia dapat memberikan pelayanan terbaik sehingga jemaah haji dapat menjalankan ibadah denhan sempurna. Sebab, ini adalah pengalaman pertama penyelenggaraan ibadah haji setelah dua tahun tertunda karena pandemi.
“Hasil pantauan DPR, terutama Komisi VIII, semua diatasi dengan cepat. Para petugas dan tenaga pendukung, kita akan melayani orang-orang yang sudah lama menanti untuk melaksanakan ibadah haji," tuturnya.
Baca Juga: Bantah Gaji Pimpinan 250 Juta, Presiden ACT Pertanyakan Sumber Data Tempo(zhd)