Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home global news detail berita

Detik-Detik 4 Peristiwa Menakjubkan Kelahiran Rasulullah SAW

ummu hani Kamis, 13 Oktober 2022 - 12:05 WIB
Detik-Detik 4 Peristiwa Menakjubkan Kelahiran Rasulullah SAW
Kaligrafi Muhammad SAW dalam tulisan Arab. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7, Jakarta - Pada 12 Rabi’ul Awal Tahun Gajah atau 571 M merupakan sejarah penting bagi umat Islam. Nabi terakhir membawa risalah suci dari Allah swt lahir di Makkah, Arab Saudi.

Kelahiran Rasulullah menjadi titik balik bagi moral bangsa Arab dan manusia secara keseluruhan hingga kini. Tak hanya itu, ada sejumlah keistimewaan dan peristiwa menakjubkan lainnya saat kelahiran Nabi Muhammad. Berikut rangkuman Langit7.id dari laman NU Online, Kamis (13/10/2022).

Baca Juga: Potret Kesederhaan Rasulullah SAW, Pakaian Murah tapi Berwibawa

1. Padamnya Api Sesembahan Majusi

Majusi merupakan salah satu aliran teologis yang sudah ada sebelum kedatangan agama Islam. Pengikut agama ini dikenal menyarkralkan salah satu unsur alam yaitu api.

Bagi mereka, api adalah kekuatan yang bisa memberi perlindungan dari segala macam bahaya serta menganugerahi kesejahteraan bagi umat manusia.

Mereka juga punya api yang tidak pernah padam selama ribuan tahun. Namun, api tersebut padam saat Nabi Muhammad lahir.

Dalam satu riwayat Imam al-Baihaqi disebutkan:
‎لما كانت الليلة التي ولد فيها رسول الله صلى الله عليه وسلم ارتجس إيوان كسرى، وسقط منه أربع عشرة شرفة، وخمدت نار الفرس، ولم تَخمُد قبل ذلك بألف عام، وغاضت بحيرة سَاوة

Artinya: Pada malam kelahiran Nabi Muhammad saw, balkon istana Kisra runtuh, 14 gereja runtuh, api (sesembahan Majusi) di Persia padam yang sebelumnya menyala selama 1000 tahun, dan gereja Bahira ambles ke tanah.

Baca Juga: Cara Rasulullah SAW Transformasikan Mentalitas Umat Islam

2. Lahir dalam Keadaan Sujud

Bayi pada umumnya lahir dalam keadaan menangis. Namun berbeda dengan Nabi Muhammad yang lahir dalam keadaan sujud.

Imam Jalaluddin as-Suyuti dalam Khasaishul Kubra melaporkan, begitu keluar dari rahim Siti Aminah, Nabi Muhammad sujud lalu mengangkat kedua tangannya seperti orang berdoa. (Jalaluddin as-Suyuti, Khasaishul Kubra, 2017: 82).

3. Lahir dalam Keadaan Sudah Dikhitan

Salah satu kewajiban setiap laki-laki muslim adalah melakukan khitan setelah mencapai usia baligh, meskipun boleh dilakukan lebih dini. Salah satu keistimewaan yang dimiliki Nabi Muhammad adalah sudah dalam keadaan dikhitan saat lahir.

Baca Juga: 6 Kewajiban Bukti Pengingkat Umat Islam pada Rasulullah SAW

Menurut Syekh Sulaiman al-Bujairami, selain Nabi Muhammad ada 14 nabi lain yang lahir sudah dalam keadaan sudah dikhitan, yaitu Nabi Adam, Nabi Syits, Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Shaleh, Nabi Luth, Nabi Syu’aib, Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Sulaiman, Nabi Zakaria, Nabi Yahya, Nabi Isa, dan Nabi Handzalah bin Shafwan. (Hasyiyah al-Bujairami ‘alal Khatib, juz V, halaman 262).

4. Tertutupnya Akses Langit bagi Iblis

Sebelum Nabi Muhammad lahir, iblis dikabarkan bisa mendengar perbincangan malaikat soal suratan takdir di langit ketujuh. Kemudian, iblis akan menyampaikan informasi rahasia itu kepada para dukun sehingga mereka bisa mengetahui hal-hal gaib.

Meski demikian, informasi yang dibawa jin sering sengaja dipelintir. Namun saat Nabi SAW lahir, akses langit ditutup bagi iblis sehingga mereka tak dapat mendengar kabar apapun dari langit.

Baca Juga: Perbanyak dan Amalkan, 5 Macam Shalawat dan Fadhilahnya

As-Suhaili dalam ar-Raudhul Unf menyampaikan:
‎رُوِيَ فِي مَأْثُورِ الْأَخْبَارِ أن إبليس كان يخترق السّماوات قَبْلَ عِيسَى، فَلَمّا بُعِثَ عِيسَى، أَوْ وُلِدَ حجب عن ثلاث سماوات، فَلَمّا وُلِدَ مُحَمّدٌ حُجِبَ عَنْهَا كُلّهَا، وَقُذِفَتْ الشّيَاطِينُ بِالنّجُومِ

Artinya: Diriwayatkan dalam beberapa hadits yang ma’tsur, dulu iblis bisa mencuri dengar di langit sebelum Nabi Isa diutus. Setelah Isa diutus atau dilahirkan, tertutup tiga lapis langit. Hingga Nabi Muhammad lahir, iblis tidak bisa lagi mencuri dengar sama sekali, sebab setan-setan sudah dilempari dengan bintang-bintang.” (Abul Qasim as-Suhaili, ar-Raudhul Unf, juz II, halaman 194). Wallahu a’lam.

Baca Juga:

Perilaku Orang Bijak: Berpikir Sebelum Berucap

Mencintai Rasulullah SAW Bagian dari Akidah Seorang Muslim

Wajib Mengenal Rasulullah SAW sebagai Bukti Cinta Padanya


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan