LANGIT7.ID - , Jakarta - Mencapai dan mempertahankan
tubuh ideal menjadi tantangan tersendiri, khususnya dalam masyarakat modern di mana makanan selalu tersedia.
Di sisi lain, tidak mengonsumi kalori yang harus menjadi perhatian. Baik itu karena membatasi makanan,
nafsu makan menurun atau alasan lain.
Terkait hal itu, kurang makan terlalu sering dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, baik itu mental, fisik, dan
emosional.
Baca juga: 5 Makanan Cocok untuk Diet, Aman Dikonsumsi BerlebihanMelansir healthline, Kamis (27/10/2022), berikut sembilan tanda Anda tidak cukup makan.
1. Mudah lelah
Kalori merupakan jumlah energi yang didapat dari asupan makanan. Saat Anda tidak makan cukup kalori, maka tubuh akan mudah lelah sepanjang hari.
Sementara tubuh membutuhkan kalori untuk bergerak, bernapas, menjaga suhu tubuh dan sebagainya.
Rata-rata orang dewasa membutuhkan 2.000 kalori per hari untuk dapat beraktivitas normal. Membatasi asupan kurang dari 1.000 kalori setiap hari dapat memperlambat laju metabolisme Anda dan menyebabkan
kelelahan.
2. Rambut Rontok
Banyak nutrisi yang dibutuhkan untuk mempertahankan pertumbuhan rambut yang sehat dan rutin. Asupan kalori, protein, biotin, zat besi, dan nutrisi lainnya yang tidak memadai adalah penyebab umum
kerontokan rambut.
Pada dasarnya, ketika Anda mengasup cukup kalori dan nutrisi penting, tubuh akan memprioritaskan kesehatan jantung, otak, dan organ lain daripada pertumbuhan rambut.
Kerontokan rambut dapat terjadi akibat asupan kalori, protein, dan vitamin serta mineral tertentu yang tidak cukup.
3. Rasa lapar terus menerus
Merasa lapar terus menerus adalah satu tanda jelas bahwa Anda tidak makan cukup makanan. Studi ilmiah menjelaskan bahwa nafsu makan dan mengidam makanan meningkat sebagai respons terhadap pembatasan kalori.
Baca juga: Minuman Diet ala Dokter Zaidul Akbar, Bisa Bakar Lemak OtomatisTerlebih lagi, asupan rendah kalori telah terbukti meningkatkan produksi kortisol, hormon stres yang dikaitkan dengan rasa lapar dan peningkatan lemak perut.
Intinya, jika asupan kalori turun terlalu banyak, maka tubuh akan mengirimkan sinyal yang mendorong Anda untuk makan untuk menghindari potensi kelaparan.
4. Masalah program hamil
Kurang makan dianggap dapat mengganggu kemampuan wanita untuk hamil. Hipotalamus dan kelenjar pituitari di otak bekerja sama untuk menjaga keseimbangan hormon, termasuk kesehatan reproduksi.
Hipotalamus menerima sinyal dari tubuh Anda yang memberi tahu kapan kadar hormon perlu disesuaikan.
Berdasarkan sinyal yang diterimanya, hipotalamus menghasilkan hormon yang merangsang atau menghambat produksi estrogen, progesteron, dan hormon lainnya oleh kelenjar pituitari Anda.
Ketika asupan kalori atau persentase lemak tubuh turun terlalu rendah, menyebabkan sinyal terganggu. Akibatnya perubahan jumlah hormon yang dilepaskan.
Tanpa keseimbangan hormon reproduksi yang tepat, kehamilan tidak dapat terjadi.
Jika Anda mencoba untuk hamil, pastikan untuk mengonsumsi makanan yang seimbang dan cukup kalori untuk memastikan fungsi hormonal yang tepat dan kehamilan yang sehat.
5. Masalah tidur
Dalam sejumlah penelitian, kurang tidur menyebabkan resistensi insulin dan penambahan berat badan. Selain makan berlebihan dapat menyebabkan kesulitan tidur, diet ketat juga dapat menyebabkan masalah tidur.
Baca juga: Bukan Kurangi Porsi Makan, Ini Penjelasan Diet Menurut Ade RaiKetika Anda merasa terlalu lapar untuk tidur atau bangun, itu menjadi penanda utama bahwa Anda tidak cukup makan.
6. Gampang marah
Jika hal-hal kecil mulai membuat Anda kesal, bisa jadi hal itu disebabkan karena kurang cukup makan.
Gampang marah adalah salah satu masalah yang dialami oleh pria muda yang menjalani pembatasan kalori sebagai bagian dari Eksperimen Kelaparan Minnesota selama Perang Dunia II.
Orang-orang ini mengalami kemurungan dan gejala lainnya saat mengonsumsi rata-rata 1.800 kalori per hari, yang diklasifikasikan sebagai "semi-kelaparan" untuk kebutuhan kalori mereka sendiri.
Untuk menjaga mood Anda tetap seimbang, jangan biarkan kalori Anda turun terlalu rendah.
7. Sering kedinginan
Saat tubuh merasa kedinginan, kondisi tersebut bisa jadi disebabkan karena kurang makan. Sebab, tubuh perlu membakar sejumlah kalori untuk menciptakan panas dan menjaga suhu tetap sehat dan nyaman.
Secara keseluruhan, semakin parah Anda memangkas kalori, semakin dingin yang mungkin Anda rasakan.
8. Sembelit
Gerakan usus yang jarang mungkin terkait dengan asupan kalori yang tidak memadai. Karena mengonsumsi makanan yang sangat sedikit akan menghasilkan lebih sedikit limbah di saluran pencernaan Anda.
Saat sembelit, Anda hanya buang air besar tiga kali perminggu. Tanda lainnya, feses berbentuk kecil dan keras juga sulit dikeluarkan.
Baca juga: Ingin Diet? Ini 3 Menu Makan Siang Sehat dan MengenyangkanKondisi ini umumnya terjadi pada lansia yang diperparah dengan pola makan yang buruk.
9. Kecemasan
Meskipun diet itu sendiri dapat menyebabkan kemurungan, kecemasan dapat terjadi sebagai respons asupan kalori yang sangat rendah.
Kecemasan juga dialami orang dengan kelebihan berat badan dan makan makanan yang sangat rendah kalori.
Untuk meminimalkan kecemasan saat mencoba menurunkan berat badan, pastikan Anda mengonsumsi cukup kalori dan makan makanan sehat yang mencakup banyak ikan berlemak. Pastikan tubuh mendapat asam lemak omega-3, yang dapat membantu mengurangi kecemasan.
(est)