Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Ini Kelebihan Orang yang Rajin Ibadah Puasa Sunnah Senin-Kamis

Muhajirin Rabu, 18 Agustus 2021 - 19:20 WIB
Ini Kelebihan Orang yang Rajin Ibadah Puasa Sunnah Senin-Kamis
Ilustrasi seorang muslimah gemar bersedekah. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Pendiri Quantum Akhyar Institute Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, keutamaan orang yang sering Puasa Senin-Kamis. Suatu ketika Rasulullah SAW pernah pernah ditanya alasan gemar melaksanakan puasa tersebut.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa." (HR. Tirmidzi).

Baca Juga: Sejarah dan Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura, Lakukan Besok serta Lusa

UAH mengatakan, bukan karena puasanya, melainkan orang yang berpuasa Senin-Kamis akan memiliki dua keistimewaan. Pertama, meningkatkan amal shaleh dan sudah banyak yang membuktikan. Orang yang berpuasa pasti memiliki motivasi atau dorongan dari dalam diri untuk memperbanyak amal shaleh.

"Tak merasa cukup dengan shalat fardhu saja, maka ditambah dengan sunnah. Kalau tidak shalat sunnah bisa gelisah. Tiba-tiba rajin baca Qur’an. Tiba-tiba ingin infak. Tiba-tiba meningkat amal sholehnya," kata UAH melalui kanal Adi Hidayat Official, dikutip Rabu (17/8/2021).

Kedua, orang yang berpuasa memiliki kesanggupan dan kekuatan untuk menahan maksiat. Menurutnya, tidak ada orang puasa maksiat karena minimal takut batal puasanya.

Baca Juga: Inilah Hikmah dari Larangan Mencabut Rambut Beruban

"Bahkan saat sendirian seperti di dalam kamar, punya potensi untuk menyimpang, tapi dia bisa tahan. Karena khawatir, minimal takut batal puasanya. Kemudian, waktu buka jam enam sore. Jam enam kurang seperempat ada orang puasa diprovokasi, orang puasa itu tidak marah. Tidak akan membalas," ucapnya.

Kemudian, puasa pada Senin merupakan sunnah atas kelahiran Rasulullah SAW. Beliau pernah ditanya tentang anjuran berpuasa pada hari itu. Beliau menjawab, "Itu adalah hari di mana aku dilahirkan, hari di mana aku diutus atau diturunkan wahyu kepadaku.” (HR. Muslim).

Berdasarkan hadist itu, sunnah kelahiran itu adalah berpuasa. Maksud dari berpuasa itu adalah mengoreksi diri. "Jadi, hari kelahiran kita, meskipun bisa bukan Senin atau Kamis, maka sunnah berpuasa. Tapi puasa ini bisa diartikan dua hal. Satu hakiki, yakni benar-benar puasa, dan maknai yakni mengoreksi diri di hari itu," ungkapnya.

Baca Juga: Bacaan Latin Dzikir Petang Beserta Arti dan Keutamaannya

Kedua, inti puasa adalah mencegah maksiat. Sejak dilahirkan, kata dia, sudah berapa banyak dosa yang dilakukan. Maka, jika masuk hari lahir, maka perlu memperbanyak istighfar kepada Allah Ta’ala.

"Ingat, sudah persiapkan bekal apa? Bagaimana jika hari ini wafat? Apa nasib kita di akhirat? Ini yang dilakukan, bukan kumpul-kumpul, tiup lilin (saat hari kelahiran)," tutur UAH.

Baca Juga:

Dalil Shalat Witir, Boleh Dikerjakan setelah Shalat Isya

Manfaat Membaca Surah Al-Waqiah, Bisa Jadi Wirid setelah Subuh

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)