LANGIT7.ID - , Jakarta -
Marah adalah hal yang manusiawi, di mana setiap orang pernah mengalaminya. Namun, bila emosi ini diungkapkan secara terus menerus dan berlebihan bisa memicu masalah dan
gangguan kesehatan.
Beberapa gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi marah seperti sakit kepala,
tekanan darah tinggi, hingga impotensi. Karenanya, sangat penting mengetahui dan memahami bagaimana cara mengendalikan amarah yang berlebihan.
Baca juga: Ambil Wudhu, Cara Rasulullah SAW Redakan AmarahDalam Islam, marah adalah salah satu senjata setan untuk mengendalikan manusia. Sebab, saat marah orang akan mudah mengeluarkan caci maki, kalimat kasar, bahkan perbuatan negatif lainnya.
Dalam salah satu hadist, Nabi Muhammad
shalallahu 'alaihi wasallam berkata, لَا تَغْضَبْ
“Jangan marah!” (HR. Al-Bukhari). Ada sejumlah cara dari Rasulullah bagi umatnya untuk mengendalikan diri saat marah. Salah satunya Nabi Muhammad Saw menganjurkan untuk mengambil posisi lebih rendah untuk meredam emosi, yaitu dengan
duduk atau berbaring.
Dari Abu Dzar al-Gifari bahwa Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri maka hendaknya dia duduk, kalau kemarahannya belum hilang maka hendaknya dia berbaring”.
Umumnya, saat marah orang cenderung ingin selalu lebih tinggi. Dengan posisi lebih tinggi, orang dapat melampiaskan amarah sepuasnya.
Baca juga: Nabi Muhammad SAW Ternyata Pernah Marah, Inilah PenyebabnyaMotivator Leadership & Happines, Arvan Pradiansyah dalam buku
The 7 Law of Happiness mengatakan posisi duduk atau berbaring akan meredakan kemarahan dan menyulitkan kita untuk menyerang orang lain.
Kemudian, apabila kemarahan masih memuncak, umat Islam dianjurkan untuk
berwudhu dan mandi. Arvan menjelaskan, marah sifat api yang akan padam dengan air.
"Namun, yang paling penting menurut saya adalah kesadaran bahwa kita sedang marah. Kita harus benar-benar menyadari bahwa marah merupakan sebuah pertanda, sebuah alarm yang mengatakan dengan kuat bahwa kita sedang dalam bahaya. Dalam bahasa Inggris 'anger' memang sangat dekat dengan 'danger'" jelas Arvan dalam bukunya.
Baca juga: Syarah Hadis: Padamkan Amarah dengan Mohon Perlindungan ke Allah(est)