Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Cegah Hal Buruk Saat Marah, Rasulullah Anjurkan Duduk dan Berbaring

Fifiyanti Abdurahman Senin, 07 November 2022 - 06:32 WIB
Cegah Hal Buruk Saat Marah, Rasulullah Anjurkan Duduk dan Berbaring
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Marah adalah hal yang manusiawi, di mana setiap orang pernah mengalaminya. Namun, bila emosi ini diungkapkan secara terus menerus dan berlebihan bisa memicu masalah dan gangguan kesehatan.

Beberapa gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi marah seperti sakit kepala, tekanan darah tinggi, hingga impotensi. Karenanya, sangat penting mengetahui dan memahami bagaimana cara mengendalikan amarah yang berlebihan.

Baca juga: Ambil Wudhu, Cara Rasulullah SAW Redakan Amarah

Dalam Islam, marah adalah salah satu senjata setan untuk mengendalikan manusia. Sebab, saat marah orang akan mudah mengeluarkan caci maki, kalimat kasar, bahkan perbuatan negatif lainnya.

Dalam salah satu hadist, Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam berkata, لَا تَغْضَبْ

“Jangan marah!” (HR. Al-Bukhari).

Ada sejumlah cara dari Rasulullah bagi umatnya untuk mengendalikan diri saat marah. Salah satunya Nabi Muhammad Saw menganjurkan untuk mengambil posisi lebih rendah untuk meredam emosi, yaitu dengan duduk atau berbaring.

Dari Abu Dzar al-Gifari bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri maka hendaknya dia duduk, kalau kemarahannya belum hilang maka hendaknya dia berbaring”.

Umumnya, saat marah orang cenderung ingin selalu lebih tinggi. Dengan posisi lebih tinggi, orang dapat melampiaskan amarah sepuasnya.

Baca juga: Nabi Muhammad SAW Ternyata Pernah Marah, Inilah Penyebabnya

Motivator Leadership & Happines, Arvan Pradiansyah dalam buku The 7 Law of Happiness mengatakan posisi duduk atau berbaring akan meredakan kemarahan dan menyulitkan kita untuk menyerang orang lain.

Kemudian, apabila kemarahan masih memuncak, umat Islam dianjurkan untuk berwudhu dan mandi. Arvan menjelaskan, marah sifat api yang akan padam dengan air.

"Namun, yang paling penting menurut saya adalah kesadaran bahwa kita sedang marah. Kita harus benar-benar menyadari bahwa marah merupakan sebuah pertanda, sebuah alarm yang mengatakan dengan kuat bahwa kita sedang dalam bahaya. Dalam bahasa Inggris 'anger' memang sangat dekat dengan 'danger'" jelas Arvan dalam bukunya.

Baca juga: Syarah Hadis: Padamkan Amarah dengan Mohon Perlindungan ke Allah

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)