LANGIT7.ID - , Jakarta -
Muslimah berdarah Wales-Irak, Hanan Issa dinobatkan sebagai
penyair nasional kelima di Wales, sekaligus muslim pertama yang mendapat gelar tersebut. Issa akan menjabat peran barunya hingga tahun 2025.
Selama menjabat sebagai penyair nasional, Issa akan memperkenalkan keragaman budaya dan bahasa atau menjadi duta bagi rakyat
Wales.
Baca juga: Pateemoh Sadeeyamu Jadi Gubernur Muslimah Pertama di Thailand“Puisi merupakan tulang dari negara ini. Saya ingin orang-orang mengenal negara Wales sebagai negara yang memiliki kreativitas, seperti adanya penyair dan penyanyi yang memiliki karya-karya yang dapat tawarkan melalui seni mereka,” imbuh Issa, dikuti dari The National News, Kamis (17/11/2022).
Issa tumbuh besar di daerah Cardiff dan dikelilingi oleh lingkungan yang memiliki bahasa yang berbeda-beda, termasuk
bahasa Arab dari kedua orang tuanya.
Penyair yang menerbitkan buku puisi berjudul My Body Can House Two Hearts di tahun 2019 ini mengatakan peran
lingkungan yang membesarkannya menjadi representasi positif bagi Wales.
“Saya ingin melanjutkan karya hebat pendahulu saya dalam mempromosikan budaya, kekayaaan, dan bahasa negara ini kepada negara-negara di luar sana. Serta saya ingin memperlihatkan negara Wales dan menginspirasi publik melalui puisi. Agar mereka dapat melihat dan merasakan semua hal tentang Wales,” lanjut muslimah yang menerbitkan buku puisi berjudul My Body Can House Two Hearts di tahun 2019 ini.
Baca juga: Rana Dajani, Ilmuwan Muslimah Paling Berpengaruh di DuniaPengangkatan Issa sebagai penyair nasional mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak, salah satunya Ashor Ahir.
Menurut Ashir, Issa adalah sosok yang tepat untuk merepresentasikan Wales ke berbagai negara. "Ia akan menjadi duta besar untuk bangsa yang memiliki wawasan luas dengan membawa keberagaman budaya negara ini," lanjutnya.
Issa berharap pengangkatan itu dapat membuka peluang bagi wanita di Wales, khususnya muslimah.
"Saya berharap dapat memotivasi mereka, bahwa akan suatu hal yang diimpikan dan inginkan dapat dicapai,” ucap Issah.
(est)