Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home masjid detail berita

Mengenal Tadabbur Al-Qur'an dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Fifiyanti Abdurahman Jum'at, 18 November 2022 - 06:09 WIB
Mengenal Tadabbur Al-Qur'an dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari
Seorang muslim selain wajib membaca Al-Quran secara rutin, juga harus memaknai setiap firman Allah SWT. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Selain beriman kepada kitab suci sebagaimana dijelaskan dalam rukun iman yang ketiga, umat Islam juga diwajibkan membaca secara teratur serta mentadabburi Al-Qur’an.

Menurut Master Trainer Cinta Qur'an Learning, Ustaz Harun Al-Rasyid tadabbur berarti memahami, memperhatikan, menyimak, dan merenungkan serta menghayati maknanya, sehingga pemahaman akal dan hati berpadu kemudian memunculkan rasa.

Baca juga: Gubernur Nova Harap MTQ Gugah Kesadaran Tadabbur Al-Qur'an

"Ketika melihat kekuasaan Allah SWT, muncullah ucapan Subhanallah. Ketika mendengar ayat tentang neraka, dengan penuh rasa takut kita berlindung. Ketika membaca ayat surga dengan penuh rasa rindu kita memohon," ujar Ustaz Harun dalam kajian bertajuk Tadabbur Tentang Kematian, Kamis malam (17/11/2022).

Dalam surat Sad ayat 29 Allah SWT berfirman,

كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ

Artinya, "Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran."

Jadi, tambah Ustaz Harun, hanya orang-orang yang berpikir, mengkaji, serta merenungkan yang akan mendapatkan pelajaran dari Al-Qur'an.

Baginda Rasulullah SAW ketika turun surat Al-Imran 190-191, beliau bersabda: Celakalah orang yang membaca ayat ini, tapi dia tidak memikirkannya, merenungkannya, tidak mengkaji, dan mempelajari isinya."

Abdurahman Bin Nashir Assa'di dalam kitab tafsirnya Taisirul Karimirrahman Fi Tafsiri Kalamil Mannan, menjelaskan, hikmah diturunkannya Al-Qur'an adalah agar manusia mentadaburi ayat-ayatnya, menggali ilmunya dan merenungkan rahasia dan hikmah-hikmahnya.

Baca juga: Tadabbur At-Taubah Ayat 129: Cukuplah Allah sebagai Penolong

"Hanya dengan mentadaburi ayat-ayatnya, merenungkan maknanya dan memikirkannya serta terus-menerus seseorang akan mendapatkan berkah dan kebaikan yang ada dalam Al-Qur'an. Ini menunjukkan adanya dorongan untuk mentadaburi Al-Qur'an dan sesungguhnya ia seutama-utama amal dalam menyikapi Al-Qur'an. Bacaan yang mengandung tadabbur, lebih utama dari membaca dengan cepat yang tidak mengandung maksud ini." lanjutnya.

"Terkadang, kita hanya ramai hanya melafazkan. Kalau Ramadhan, biasanya hanya khatam melafazkan, bukan khatam mengkaji isi dan kandungannya," katanya.

Ustaz Harun mengungkapkan, sejatinya istilah ngaji Qur'an adalah mengkaji. Sementara, istilah tadarus Qur'an bermakna galian, kajian, dan eksplorasi.

"Berarti harusnya kalau tadarus Qur'an, mempelajari, menggali, mengeksplorasi isi dalam Al-Qur'an," ucapnya.

Karena itu, Ustaz Harun mengajak para muslim untuk mendampingkan, melafazkan dengan tartil, memahami dengan mentadabburi isinya.

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, "Jika engkau ingin mengambil manfaat dari Al-Qur'an maka pusatkanlah hatimu ketika membaca dan mendengarkannya, fokuskanlah pendengaranmu dan hadirlah seperti seorang yang sedang diajak bicara oleh Allah SWT kepadamu melalui lisan rasul-nya. (Ibn al-Qoyyim al Jauziyyah, al-Fawaid).

Baca juga: Obati Jiwamu dengan Al-Qur’an, Tadabburi Mutiara-mutiara Wahyu

Sehingga ketika membaca Qur'an terasa seperti berdialog dengan Allah SWT, maka itu Rasulullah SAW ketika membaca Qur'an selalu merespon apa yang dibaca.

Ketika beliau membacakan surat At-Tin, "Bukankah Allah itu adalah hakim yang paling adil?" kata Allah, maka Rasul pun menjawab, "Ya, engkau adalah hakim yang paling adil dan aku termasuk diantara yang bersaksi."

"Begitu sehingga terasa sedang berdialog pada Allah, maka baca, tela'ah, renungankan, hayati kemudian implementasi kan dalam kehidupan sehari-hari," tutur Ustaz Harun.

"Begitulah sahabat membaca Qur'an 10 ayat, baca, renungkan, hayati, dan amalkan. Begitu terus secara berulang, sehingga pada akhirnya mereka menjadi Qur'an-Qur'an yang bergerak dan yang hidup. Mereka bangkit memimpin dunia dengan pemikiran Qur'an," lanjut dia.

Inilah, kata Ustaz Harun, yang dirindukan bahwa Al-Qur'an tidak hanya sekedar dibaca dan dihafal, tetapi juga dipahami, direnungkan, dihayati, digali kandungannya kemudian diperjuangkan untuk diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sehingga menjadi Khoiru Ummah, yakni menjadi umat terbaik yang memimpin dunia dengan pemikiran-pemikiran Islam bersumber dari Qur'an dan sunnah.

Baca juga: Tadabbur 10 Surat Favorit Bacaan Tarawih dan Kandungannya

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)