Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home masjid detail berita

Tafsir Al-Mu'minuun ayat 84: Bumi dan Seisinya Milik Allah SWT

Andi Muhammad Senin, 21 November 2022 - 20:15 WIB
Tafsir Al-Mu'minuun ayat 84: Bumi dan Seisinya Milik Allah SWT
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap mukmin harus meyakini bahwa tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah SWT. Sebab itu Allah berfirman dalam surat Al-Mu'minuun ayat 84:

قُل لِّمَنِ ٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهَآ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: Katakanlah: "Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?"

Merujuk tafsir Ibnu Katsir pada ayat di atas, Sekretaris Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang mengatakan, ayat tersebut menjelaskan bahwa bumi dan seisinya adalah ciptaan Allah. Dan banyak orang-orang musyrik yang tidak mempercayai akan hal itu.

Allah SWT, kata dia, menciptakan bumi dan seisinya dengan sendiri tanpa ada bantuan dari pihak lain. Serta menjaga seluruhnya untuk menunjukan bahwa Allah Maha Pencipta dan tidak ada yang patut disembah selain Allah.

Baca Juga: Tafsir Al-Hujurat Ayat 13, Surat yang Dibacakan Pada Pembukaan Piala Dunia 2022

"Dan untuk ini Allah berfirman kepada Rasul-Nya Muhammad SAW agar Rasulullah berkata kepada orang-orang musyrik yang menyembah Allah kepada yang lainnya," kata Kiai Zae Nandang dikutip di kanal Persis TV, Senin (21/11/2022).

Kiai yang aktif dalam menggelar kajian tafsir ini memaparkan bahwa ayat ini juga diturunkan untuk kaum mukmin yang kerap melanggar syariat agama. Lantaran menyembah hal lain meski telah beriman kepada Allah SWT.

"Mereka mengakui Pencipta adalah Allah, yang mengatur adalah Allah. Tetapi dalam beribadah mereka mengakui ada yang lain," jelasnya.

Kiai Zae Nandang menegaskan, sebagian dari kaum mukmin hanya melaksanakan tauhid rububiyah bukan tauhid uluhiyah. Sebab itu Allah menurunkan surat ini dengan agar mereka tidak lagi menyembah selain Allah SWT.

Adapun bagi mereka meyakini suatu hal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, hal ini diterapkan sebagai perantara dalam menyembah Allah dan Sang Khalik pun melarang akan hal tersebut. Sebab untuk menyembah Allah tidak butuh perantara.

"Adanya perantara menyembah Allah melalui makhluk-Nya, maka cara ini pun disebut syirik," ujarnya.

Baca Juga: 5 Masjid Bersejarah di Kota Solo, Sudah Berdiri hingga Ratusan Tahun

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)