LANGIT7.ID - , Jakarta - Imam asal Amerika Serikat,
Syekh Mohamad Bashar Arafat, menyebut Indonesia adalah negara yang sangat penting di Asia Tenggara dan di seluruh dunia. Hal tersebut disampaikan Syekh Bashar Arafat bersilaturahim ke
Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Kamis (26/1/2023) kemarin.
Menurutnya, Indonesia bukan hanya negara dengan jumlah Muslim terbesar di dunia, melainkan role model dalam menghargai perbedaan,
wasathiyah, moderasi, dan juga dalam
rahmatan lil ‘alamin.Baca juga: Bungkus Islam Wasathiyah Secara Gaul, MUI Bakal Rilis Pesantren Mujahid Digital“Kami datang ke negara ini (Indonesia) tidak lain yaitu merasakan kasih sayang, cinta dan damai, dan saya rasa ini adalah salah satu isu yang harus dibagikan kepada masyarakat di seluruh dunia," kata Syekh Bashar Arafat.
Dia juga mengatakan, MUI tak hanya berperan penting di Indonesia tapi juga di AS dan Eropa.
“MUI adalah organisasi yang menaungi ormas-ormas di Indonesia, mui memiliki peran yang penting tidak hanya di Indonesia namun juga di Amerika dan Eropa,” katanya dalam keterangan tertulis di laman MUI, dikutip Jumat (27/1/2023).
Dia pun menjelaskan tujuannya datang ke Tanah Air adalah untuk membangun kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui program-program edukasi Civilization Exchange And Cooperation Foundation And Al-Basheer Seminary.
Baca juga: Ma'ruf Amin: Mahasiswa Harus Mampu Menguatkan Dakwah Islam WasathiyahSejumlah program yang digagas seperti School Of Religions Diplomacy For Leadership Development And Global Cooperation dan BUBW (Better Understanding For Better World).
Syekh Bashar Arafat mengajak para imam, akademisi, dan aktivis ke AS untuk mengikuti program edukasinya.
Beberapa program tersebut antara lain program pertukaran, pengembangan kepemimpinan, pembangunan positif dengan tujuan untuk memperluas kerja sama antara masyarakat AS, khususnya komunitas Muslim dengan Indonesia.
Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud menyambut baik undangan tersebut. Dia mengatakan, program-program Basheer Foundation Seminary bisa dikerjasamakan untuk mengetahui berdakwah di negara yang berbeda.
Baca juga: Habib Nabiel: Islam Wasathiyah Harus Mampu Tempatkan yang Fundamental dan Cabang“Dan memang saya akan membawa program Islam yang
rahmatan lilalamin baik itu program pendidikan, tsaqafah (culture) budaya atau program tentang halaqah hubungan antara satu negara dengan negara lain di bidang bagaimana dakwah di negara yang berbeda culture dan budayanya,” ujar Marsudi.
Sebagai informasi, Syekh Bashar Arafat adalah imam di AS yang mempunyai banyak program untuk dunia, termasuk kerja sama dengan organisai-organisasi lainnya.
(est)