LANGIT7.ID - , Jakarta - Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) Majelis Ulama Indonesia (MUI),
KH Masduki Baidlowi mengatakan
Islam wasathiyah harus dibungkus secara gaul. Artinya produk dakwah atau penyampaian narasi baik keagamaan harus sampai dan mudah diterima generasi muda.
Masduki melihat, kecenderungan
metode dakwah saat ini masih didominasi cara-cara lama dan hanya mampu dipahami oleh kalangan tua. Berangkat dari sini, MUI akan mengadakan pelatihan-pelatihan kepada generasi muda.
Baca juga: Ma'ruf Amin: Mahasiswa Harus Mampu Menguatkan Dakwah Islam Wasathiyah“Kita itu bagaimana ya, gaya-gayanya adalah gaya tua. Gaya milenial kita banyak ketinggalan. Maka nanti kita ada pelatihan,” kata Masduki saat membuka FGD Akhlak Bermedia Sosial, di Gedung MUI Pusat Jalan Proklamasi Menteng Jakarta Pusat, Jumat siang (11/11/2022).
Menurut Juru Bicara Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin ini, generasi Z atau
Gen-Z adalah pemilik dan penentu konten dakwah di masa depan. Sehingga dibutuhkan panduan yang akrab untuk semua generasi, mulai dari
milenial, Gen-Z, hingga Gen-X.
Terkait hal itu, Ketua Infokom MUI KH Mabroer MS menyebut tengah merancang Pesantren Mujahid Digital, yang akan diluncurkan pada 2023 awal.
Mabroer mengatakan, akhlak bermedsos ini amanah dari mujahid digital, karena akhlak itu menyentuh pada perilaku pribadinya.
“Maka MUI menjadi salah satu inbox yang kuat, sehingga nantinya Islam Wasathiyyah ini tidak pasif penyampaiannya. Dengan demikian konsentrasi kegiatan Infokom itu digital, dan 60 persen itu berasal dari medsos,” ujar Mabroer dalam keterangannya, dikutip Sabtu (12/11/2022).
Baca juga: Habib Nabiel: Islam Wasathiyah Harus Mampu Tempatkan yang Fundamental dan Cabang“Program mujahid digital, MUI juga dinilai memerlukan kolaborasi dengan ormas-ormas keislaman lainnya. Pesantren Mujahid Digital ini nantinya akan kita training selama dua bulan, dan akan dihadiri oleh KBL,” kata dia.
Dengan demikian dakwah itu tidak hanya mengamalkan amal ma’ruf nahi munkar saja, akan tetapi fatwa-fatwa juga perlu dikolaborasikan.
(est)