LANGIT7.ID, Jakarta - Komunitas muslim di Swedia berhasil membujuk Kementerian Luar Negeri Swedia untuk membatalkan rencana demonstrasi
pembakaran kitab Taurat di depan Kedutaan Israel, Stockholm.
Hal tersebut diungkapkan oleh pemuka agama Yahudi bernama Rabi Moshe David HaCohen menyoal rencana demonstrasi pembakaran kitab Taurat di Depan Kedutaan Israel, Stockholm, Swedia.
HaCohen merupakan salah satu pendiri dan direktur proyek Amanah, sebuah organisasi Swedia yang mempromosikan dialog dan hubungan antaragama minoritas, terutama muslim dan Yahudi.
Baca Juga: Tanggapi Aksi Pembakaran Al Quran, MUI Minta OKI Bersuara ke PBB
Amanah didasarkan pada hubungan pribadi dan dialog yang terjalin antara Imam Salahuddin Barakat HaCohen. Dia sebelumnya adalah rabi komunitas Yahudi Malmo di bagian selatan Swedia. Rabi Moshe David HaCohen saat ini tinggal di Israel, tetapi mengunjungi Swedia secara teratur.
Awalnya, media Swedia memberitakan seorang penulis Mesir yang tinggal di Swedia mengajukan permintaan izin demonstrasi ke polisi setempat. Kepolisian setempat sebenarnya berniat membiarkan aksi protes itu dilakukan, karena dianggap sebagai kebebasan berekspresi.
Namun, seorang rabi Swedia-Israel mengatakan, demonstrasi itu batal karena dicegah oleh komunitas muslim Swedia. “Pembakaran gulungan Taurat dicegah berkat kepemimpinan komunitas muslim di Swedia,” kata HaCohen, dikutip
Jerussalem Post, Kamis (2/2/2023).
Baca Juga: Kecam Pembakaran Al-Qur'an, Malaysia Sebar Sejuta Mushaf ke Seluruh Dunia
“Ketika kami mencapai situasi di mana Swedia menuntut hak atas kebebasan berekspresi, mereka yang bekerja di belakang layar dan mendekati penulis Mesir adalah orang-orang dari komunitas muslim di Stockholm dan juga kepemimpinan muslim, terkait dengan organisasi Amanah,” imbuhnya.
Sementara, media Swedia
DN mewartakan, seorang penulis Mesir yang merencanakan aksi itu merupakan seorang pria berusia 34 tahun yang namanya tidak dipublikasikan. Dalam wawancaranya dengan DN, pria itu disarankan membatalkan rencana pembakaran Taurat oleh perwakilan dari Liga Islam di Masjid Stockholm.
“Mereka (Liga Islam) mengatakan itu bertentangan dengan Islam dan saya tidak akan mewakili muslim Ketika membakar sebuah salinan Taurat di luar kedutaan Israel,” kata sang penulis Mesir tersebut. Dia menambahkan bahwa tindakannya itu mewakili dirinya sendiri.
Baca Juga: Umat Islam Dunia Berunjuk Rasa Kecam Aksi Penistaan Al Quran di EropaPenulis itu mengajukan permohonan izin ke polisi untuk mengadakan demonstrasi pada Sabtu (28/1/2023) pukul 01.00 siang. Namun, Dia mengaku telah memutuskan untuk menunda tindakan tersebut selama beberapa minggu.
Usut punya usut, sang penulis Mesir merupakan orang dekat Perdana Menteri Ilf Kristersson dan diminta untuk membatalkan rencana tersebut. Menurut Rabi HaCohen, pertemuan lebih lanjut dengan penulis dan pimpinan muslim pun dilakukan via mediasi Amanah. Setelah pertemuan itu, penulis itu membatalkan rencana tersebut.
Penulis itu menyebut bahwa dirinya jengah karena uang pajak yang diberikan kemudian digunakan untuk melindungi pembakaran Al-Qur’an berulang kali oleh ekstremis sayap kanan Rasmus Paludan,” yang terbaru di depan kedutaan Turki. Tindakannya dimaksudkan untuk mengklaim bahwa hukum di Swedia munafik.
(jqf)