LANGIT7.ID-, Jakarta- -
Masjid merupakan tempat suci bagi umat muslim yang memiliki peran penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga memiliki peran sosial dan edukatif. Namun, perbedaan fungsi masjid pada zaman Sahabat dan masa kini tampak cukup signifikan.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya), menjelasakan, pada zaman Sahabat, masjid memiliki fungsi yang sangat luas. Masjid bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan pendidikan umat Muslim.
"Dulu tidak ada pondok pesantren, tidak ada kampus, tidak ada sekolah madrasah. Semuanya dilakukan di masjid," kata Buya Yahya dalam tausiahnya yang disiarkan secara daring, Selasa (20/6/2023).
Baca juga:
Ekspresikan Diri dengan 4 Langkah Simpel Tampil Modis dan TrendiMasjid menjadi tempat para Sahabat menuntut ilmu, belajar agama, mengaji, dan melaksanakan salat berjamaah. Semua aktivitas ini dilakukan di dalam masjid. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jumlah umat Muslim, kebutuhan akan aturan dan tata tertib dalam pengelolaan masjid pun meningkat.
Buya Yahya menjelaskan, peraturan-peraturan masjid yang ada saat ini sebenarnya bukanlah larangan syariat, tetapi lebih kepada upaya menjaga ketertiban dan kebersihan masjid.
"Misalnya, adanya peraturan masjid yang melarang tidur di masjid atau membuang sampah sembarangan. Ini bukan larangan syariat, tapi hanya aturan yang dibuat untuk menjaga kebersihan dan ketertiban masjid," ujar Buya Yahya.
Namun, Buya Yahya juga memberikan pesan kepada pengurus masjid untuk membuat aturan yang masuk akal dan tidak berlebihan. Dia menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai tempat yang nyaman bagi jamaah.
Baca juga:
Selain Paris, 9 Kota di Dunia Ini Dipenuhi TikusJika terdapat jamaah yang ingin istirahat atau tidur sejenak, sebaiknya ada ruang khusus yang disediakan untuk itu, bukan tidur di ruang utama masjid. Selain itu, jamaah yang memberikan saran atau kritik terhadap peraturan masjid sebaiknya melakukannya dengan bijak dan tidak melibatkan perasaan pribadi.
"Tolong jangan dipersulit urusan masjid, jangan merepotkan. Tapi di sisi lain Anda (jamaah) jangan baper di saat melihat masjid punya aturan, karena dia (pengurus) punya pengalaman sendiri-sendiri yang kadang-kadang memang bikin kesel," tutur Buya Yahya.

(ori)