LANGIT7.ID, Palembang - Keluarga dai berjuang memakmurkam masjid dengan cara mengajar agama anak-anak sekitar. Mereka mendedikasikan hidupnya untuk berdakwah dan syiar agama Islam.
Keluarga dai ini yakni Ustadzah Namira yang sudah belasan tahun mengabdikan hidup untuk memakmurkan masjid. Setiap hari mengajar pendidikan agama bagi anak-anak sekitar.
Suaminya merupakan marbot masjid. Karena pengabdiannya itu, pihak masjid menyediakan salah satu ruang di lingkunan masjid sebagai tempat tinggal.
Baca Juga: Dakwah di Era Modern, Cara Dai Muda Sikapi Tantangan Zaman"Masjid memberi upah Rp350.000 per bulan untuk kami, masing-masing. Total pemasukan dari masjid Rp700.000 berdua," kata Ustazah Namira dilansir ACT.
Ustadzah Namira merupakan satu dari banyak dai di Palembang, Sumatera Selatan yang mendedikasikan hidupnya untuk dakwah. Terhitung, sudah 18 tahun ia mengajar di masjid yang terletak di daerah 20 Ilir D. III, Kecamatan Ilir Timur I.
Ustazah Namira bersyukur dengan keadaannya yang sekarang. Baginya, jika dihitung-hitung, masjid sudah memberi lebih dari Rp700.000 per bulan, di antaranya menyekolahkan anaknya.
"Jika hitungan manusia, Rp700.000 itu tidak mungkin cukup. Namun, Allah Maha pemberi rezeki, di mana anak dua saya bisa sekolah, makan tidak kurang, sehat, bisa tidur nyaman tidak kehujanan dan kepanasan," ujarnya.
Di kampung atau di pelosok negeri banyak dai berdedikasi, mengabdikan hidupnya untuk mengajar mengaji, menjaga masjid, berdakwah di masyarakat yang tanpa pamrih.
"Mereka para pahlawan untuk syiar Islam. Untuk mendukung perjuangan mereka, Global Zakat-ACT melalui program Sahabat Dai Indonesia (SDI) konsisten memberikan bantuan biaya hidup dan paket pangan," kata Aditya Marsello relawan ACT Palembang
(bal)