LANGIT7.ID, Jakarta -
Keluarga merupakan forum pendidikan yang pertama dan utama bagi anak. Keluarga menjadi tempat penanaman nilai-nilai dan dasar-dasar pendidikan diaplikasikan hingga membentuk karakter maupun kepribadian seorang anak.
Institusi keluarga sangat fundamental dalam meletakkan pendidikan pertama bagi anak. Maka seharusnya keluarga harus diwujudkan menjadi
sakinah,
mawaddah,
wa rahmah.
Orang tua harus menyadari bahwa keluarga merupakan bagian dari institusi pendidikan.
Baca Juga: Menceritakan Perjuangan Rasulullah SAW Latih Daya Imajinasi AnakDalam dunia pendidikan, karakter merupakan salah satu hal yang paling disorot. Karakter merupakan salah satu modal pembentuk pribadi yang baik, bijaksana, bertanggung jawab, jujur, dan dapat menghargai satu dengan yang lain. Pendidikan karakter dapat dikendalikan dan dibentuk dengan bimbingan serta bantuan dalam keluarga.
Ketua Umum
PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini mengatakan, keluarga menjadi lingkungan pertama sejak anak masih dalam kandungan hingga tumbuh- kembang sebagai insan dewasa. Maka itu, pendidikan karakter sangat fundamental dilakukan di dalam keluarga.
“Dari keluarga sebenarnya awal proses pendidikan berlangsung di mana orang tua memiliki peran sentral dalam pendidikan anak,” kata Siti dalam webinar yang digelar
Muhammadiyah, Rabu (8/9/2021).
Baca Juga: Ahmad Dahlan dan Hasyim Asyari bersahabat saat Nyantri BarengIslam mengajarkan, pendidikan karakter di dalam keluarga selalu menekankan aspek etis spiritual untuk membentuk pribadi yang baik. Titik tekannya adalah keluarga yang tak tersentuh api neraka merupakan keluarga yang dibangun oleh suami istri yang berahlak mulia, anak saleh dan salehah, dan tauhid menjadi pondasi utama.
Keluarga dalam perspektif
Islam dapat dijadikan sebagai pusat persemaian generasi
qurrata a’yun atau generasi permata hati, menanamkan nilai dasar tauhid. Keluarga yang dibangun dari nilai akan melahirkan generasi anak bangsa yang berkarakter utama.
“Orang tua harus memberikan pendidikan dan pengasuhan yang terbaik bagi anak-anaknya,” ucap Siti. Dia mengutip surah Al-Furqan ayat 74 sebagai landasan. Allah Ta’ala berfirman:
Baca Juga: Ketum MUI: Kesehatan adalah Anugerah bagi Manusia"
Dan orang-orang yang berkata, Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."Selain itu, Siti juga mengutip surah Lukman ayat 13. Dalam ayat itu, Allah Ta’ala berfirman, "
Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar."
Baca Juga:
Prof Hamid: Islam Selalu Ajarkan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah
Tantangan Perguruan Tinggi Islam, Studi Keagamaan Kalah Pamor dari Ilmu Umum(asf)