Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 April 2026
home global news detail berita

Bagaimana Bentuk Perhatian Al-Qur'an terhadap Utang Piutang?

ahmad zuhdi Rabu, 06 Oktober 2021 - 02:35 WIB
Bagaimana Bentuk Perhatian Al-Qur'an terhadap Utang Piutang?
Ilustrasi momentum tidak memiliki uang dan hendak berutang. Foto: langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Kebiasaan meminjam barang milik teman atau berhutang bagi setiap orang merupakan suatu yang lumrah, baik dalam kondisi terdesak atau biasa-biasa saja. Hanya saja, sebagai manusia yang memiliki sifat dasar lupa, terkadang kita lupa untuk mengembalikan atau membayarkan utang tersebut.

Dalam al-Qur'an, ada beberapa dalil tentang hukum piutang dan selama bertujuan baik untuk membantu atau mengurangi kesusahan maka hukumnya jaiz atau boleh. Salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 282 yang artinya:

Baca Juga: Menilik Konsep Wasathiyah, Moderasi yang Benar dalam Islam

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya."

Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan kepada setiap orang yang berhutang dan piutang untuk menuliskannya, karena sebagai pengingat terhadap pemberi piutang tersebut dan orang yang diutangi. Bila tidak,maka tentu manusia dengan ingatan yang terbatas terhadap suatu hal bisa saja lupa.

Berutang tentunya dibolehkan dalam Islam, namun kedua belah pihak harus memahami kondisi antara satu sama lain, sehingga bisa saja pemberi piutang merelakan piutangnya tidak dibayar karena ikhlas dan ridha atas apa yang ia pinjamkan. Hal ini kata Allah lebih baik, jika menghadiahkan dan tidak menagih apa yang telah orang lain pinjamkan karena kondisinya yang tidak memungkinkan untuk dibayar.

Baca Juga: Mantan Pangdam Bangun Pesantren dan Masjid di Tengah Hutan Maros

Namun meskipun pemberi piutang berbesar hati, bagi penghutang dilarang untuk menyepelekan atau menganggap remeh urusan utang, sehingga tidak ada itikad dan keinginan untuk melunasi. Dalam beberapa hadits berikut dijelaskan tentang ancaman bagi orang yang melalaikan melunasi hutangnya.

1. Kebaikan di Dunia akan Ditebus untuk bayar Utang di Akhirat

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah).

2. Berniat Tidak Melunasi Hutang Sama seperti Pencuri

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah).

Baca Juga: Ingin Belajar Islam Dibimbing Ustadz dan Ulama Kompeten? Klik di Cariustadz.id

3. Niat Menghancurkan Manusia, akan Dihancurkan oleh Allah

“Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.” (HR. Bukhari).

4. Hutang Tidak Akan Diampuni

“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim).

5. Rasulullah Enggan Menyolati Orang yang Berutang

Dari Jabir bin Abdillah RA., berkata, “Seorang laki-laki meninggal dunia dan kami pun memandikan jenazahnya, lalu kami mengafaninya dan memberi wangi-wangian. Kemudian kami letakkan untuk dishalatkan oleh Rasulullah SAW. di tempat khusus jenazah. Kemudian adzan shalat pun berkumandang. Beliau pun datang bersama kami dengan melangkah pelan kemudian bersabda, ‘Barang kali rekan kalian ini punya utang?’

Baca Juga: Cariustadz.id, Menjawab Kebutuhan Referensi Ustadz Kompeten di Era Digital

Mereka menjawab, ‘Ya, dua dinar !’ Maka Rasulullah pun mundur, beliau berkata, ‘Shalatkanlah rekan kalian ini.’ Lalu berkatalah salah seorang dari kami bernama Abu Qatadah, “Wahai Rasulullah utangnya yang dua dinar itu atas tanggunganku!’

Maka Rasulullah SAW. berkata kepadanya, “utang itu menjadi tanggunganmu? Tertanggung dari hartamu? Dan si mayit terlepas daripadanya?” Abu Qatadah menjawab, “Ya!”

Maka Rasulullah SAW. pun menyalatinya dan setiap kali Rasulullah bertemu dengan Abu Qatadah beliau selalu berkata, “Apakah utang dua dinar itu telah engkau lunasi?” Hingga pada akhirnya Abu Qatadah mengatakan, “Aku telah melunasinya wahai Rasulullah.” Maka Rasulullah berkata, “Sekarang barulah segar kulitnya!’” (HR. Ahmad, Hakim dan Baihaqi).

Baca Juga: Sejarah Shalawat Burdah: Ditulis Imam Busyiri saat Lumpuh, Sembuh Setelah Bermimpi Jumpa Nabi

Karenanya Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita doa yang baik untuk diamalkan pagi dan petang untuk mengatasi masalah bebanan hutang.

“Ya Allah aku berlindung dari kesusahan dan kedukaan, dari lemah kemauan dan rasa malas, dari sifat pengecut dan bakhil, dari belenggu hutang dan tekanan manusia.”

Baca Juga:

Ahmad Fuadi, Santri Mendunia yang Sebarkan Inspirasi Lewat Novel Best Seller

stadz Budi Ashari: Agar Anak Tak Kecanduan Gadget, Jangan Berikan Sebelum Akalnya Sempurna


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)