LANGIT7.ID-, Amerika Serikat - Sebuah kejutan besar terjadi di pemilu sela di Amerika Serikat (AS). Seorang kandidat pro-Palestina di Florida, Angie Nixon berhasil mengalahkan pesaingnya yang berlatar belakang Yahudi dan memiliki dana besar, Alex Vindman.
Nixon mencetak kemenangan tak terduga untuk Senat Florida, saat para pemilih meloloskan kandidat dalam pemilihan kunci untuk Senat, DPR, dan gubernur di empat negara bagian. Sementara kandidat lain yang didukung AIPAC mengalami kesulitan di California. Hal ini menyoroti keterbatasan efektivitas dana kampanye pro-Israel.
Nixon meraih lebih dari 56% suara, meskipun harus menghadapi lawan yang memiliki dana kampanye jauh lebih besar. Sebagaimana dilansir Anadolu Ajansi, Kamis (20/8/2026).
Secara pribadi, Nixon dikenal sebagai pendukung vokal hak-hak Palestina. Bahkan sebelumnya pernah mengajukan resolusi di DPR Florida yang menyerukan de-eskalasi serta gencatan senjata di Israel dan wilayah Palestina yang diduduki.
Merunut ke belakang, satu bulan setelah pembantaian 7 Oktober di Gaza, Angie Nixon berdiri di ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat Florida dan berupaya meyakinkan rekan-rekannya untuk mendukung resolusi yang menyerukan penghentian pertempuran Israel di Gaza.
Baca juga: Fathimah Azzahra Kembali Jadi Sorotan, Ini Profil dan Rekam JejaknyaSebagian besar anggota dewan bangkit dari kursi mereka dan membelakanginya saat ia berbicara. Hanya satu anggota dewan lain yang memberikan suara mendukungnya, dan resolusi tersebut ditolak dengan perolehan suara 104 lawan 2.
"Kalian boleh saja memunggungi saya, tetapi saya berada di pihak yang benar dalam sejarah karena saya tidak ingin bayi-bayi itu mati," ujar Nixon kepada merekam dilansir YNet Global, Kamis (20/8).
Nixon mengungguli Alexander Vindman untuk memenangkan nominasi Partai Demokrat dan kini akan menghadapi Ashley Moody dari Partai Republik pada bulan November.
Nixon, yang merupakan anggota dewan perwakilan negara bagian dan anggota organisasi Democratic Socialists of America, memiliki dana kampanye yang jauh lebih sedikit menjelang pemilihan pendahuluan tersebut, yakni sebesar USD975.000 dibandingkan dengan USD16,3 juta yang dimiliki Vindman pada akhir Juli, menurut laporan Florida Politics.
Namun, ia menang dengan selisih suara yang cukup besar. Nixon meraih 56,1% suara, menurut Associated Press,mengungguli Vindman yang memperoleh 43,9% suara.
Vindman pernah bertugas di Dewan Keamanan Nasional pada masa jabatan pertama Donald Trump dan menjadi whistleblower serta saksi kunci yang dikenal luas dalam proses pemakzulan pertama presiden AS tersebut, yang berpusat pada tindakan Trump menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk menyelidiki Joe Biden.
Nixon, yang lahir di Jacksonville, secara gencar menentang kebijakan-kebijakan DeSantis, termasuk melalui aksi duduk (sit-in) di kantor gubernur pada musim semi lalu sebagai bentuk protes terhadap penataan ulang daerah pemilihan yang dilakukan Partai Republik, demikian dilaporkan Miami Herald.
Baca juga: Rashida Tlaib dan Ilhan Omar, Dua Politikus Muslimah yang Menang Lagi di Pemilu ASAksi tersebut berujung pada dakwaan pelanggaran ringan berupa penerobosan tanpa izin dan perlawanan terhadap petugas, yang kini sedang ia lawan di pengadilan.
Kampanye Vindman berfokus pada Moody, bukan pada lawan sesama kader partainya sendiri, dan ia menolak untuk berdebat dengan Nixon, meskipun Nixon secara terbuka telah mengajaknya untuk tampil bersama dalam debat.
"Warga Florida tidak ingin kalangan elite politik di Washington DC menentukan siapa yang akan menjadi calon dari Partai Demokrat maupun senator AS mereka," ujar Nixon kepada Tampa Bay Times dalam sebuah wawancara sebelumnya.
"Saya adalah sosok yang bersedia untuk berdebat. Dia tidak. Saya tidak perlu diberi pengarahan mengenai berbagai persoalan yang dihadapi warga Florida, karena saya telah berjuang melawan berbagai serangan tersebut bersama mereka selama hampir dua dekade."
Para pendukung Nixon merujuk pada sebuah jajak pendapat yang mengindikasikan bahwa ia akan memiliki performa lebih baik saat menghadapi Moody pada bulan November dibandingkan Vindman, meskipun jajak pendapat tersebut memprediksi petahana dari Partai Republik itu akan menang melawan siapa pun kandidat dari Partai Demokrat.
"Kita berhasil melakukannya, teman-teman," tulis Nixon dalam unggahannya pada Selasa (18/8) malam. "Terima kasih kepada setiap orang yang telah mencurahkan segenap hati mereka untuk kampanye ini."
Baca juga: Serangan Israel Tewaskan 9 Warga Palestina di Pos Polisi Gaza, Upaya Gencatan Senjata Kembali BuntuPara pemimpin Partai Demokrat di tingkat nasional menyambut baik kemenangan Nixon; Chuck Schumer, pemimpin Demokrat di Senat, dan Kirsten Gillibrand, ketua Komite Kampanye Senatorial Demokrat, mengeluarkan pernyataan yang menyoroti latar belakang Nixon sebagai mantan organisator serikat pekerja serta menyebut bahwa ia telah "mendedikasikan kariernya untuk memperjuangkan kepentingan Florida".
Kemenangan Nixon ini menyusul serangkaian kemenangan dalam pemilihan pendahuluan yang diraih oleh para kandidat yang didukung oleh organisasi Democratic Socialists of America di berbagai wilayah Amerika Serikat, termasuk di Philadelphia, Colorado, Michigan, dan New York City.
(lsi)