LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam banyak ayat Al-Quran, Allah menyampaikan firmanNya tentang perintah Tahajud. Jika dikaji lebih dalam dan merujuk pada kitab-kitab tafsir muktabar, tentu akan dapat ditemukan pesan-pesan ilahi sebagai motivasi bagi yang menjalankannya.
Shalat Tahajud secara maknanya adalah shalat malam, yaitu shalat sunnat di waktu malam, dilakukan setelah shalat isya sampai menjelang shubuh. Meskipun terkadang shalat malam disebut shalat tarawih, qiyam al-Ramadhan, qiyam al-Lail atau witir.
Baca Juga: KH Maimoen Zubair Lahir Saat Peristiwa Sumpah PemudaDisebut Tahajud jika dilakukan di akhir malam. Disebut witir karena rakaatnya ganjil. Pada dasarnya semuanya sama, yaitu shalat malam. Untuk memudahkan memahaminya, guru besar Persatuan Islam almarhum al-Ustadz K.H.E. Abdurrahman memberikan contoh:
“Disebut ketupat karena dibungkus dengan daun kelapa, disebut leupeut (bahasa sunda) karena dibungkus dengan daun pisang, disebut dupi karena dibungkus dengan dengan daun bambu. Pada dasarnya semuanya sama adalah beras."
Berikut kandungan perintah Tahajud dalam surat Al Isra Ayat 79-82:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا (٧٩) وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا (٨٠) وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا (٨١) وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلا خَسَارًا (٨٢
Latin: Wa minal-laili fa taḥajjad bihī nāfilatal laka 'asā ay yab'aṡaka rabbuka maqāmam maḥmụdā. Wa qur rabbi adkhilnī mudkhala ṣidqiw wa akhrijnī mukhraja ṣidqiw waj'al lī mil ladungka sulṭānan naṣīrā. Wa qul jā`al-ḥaqqu wa zahaqal-bāṭilu innal-bāṭila kāna zahụqā. Wa nunazzilu minal-qur`āni mā huwa syifā`uw wa raḥmatul lil-mu`minīna wa lā yazīduẓ-ẓālimīna illā khasārā.
Baca Juga: Simak Kebiasaan Rasulullah SAW sebelum Tidur, Tak Putus DzikirArti: Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah (Muhammad), "Ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku). Dan Katakanlah, "Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap. Dan Kami turunkan dari Al Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al Quran itu) hanya akan menambah kerugian.
Dalam ayat-ayat tersebut terdapat beberapa pesan, yaitu: 1. Perintah untuk Shalat Tahajud terhadap Nabi dengan perintah yang wajib, sedangkan untuk umatnya Shalat Tahajud itu adalah sunnah.
2. Allah akan membangkitkan Nabi di hari akhir nanti dalam tempat yang terpuji.
Baca Juga: Berkat Doa Kiai, Santri yang Dahulu Nakal Kini Bisa Jadi Kiai3. Perintah kepada Nabi untuk berdo'a agar mendapatkan tempat masuk yang benar dan tempat keluar yang benar dan agar mendapatkan kekuasaan yang menolong.
4. Yakinilah bahwa haq itu pasti muncul dan batil itu pasti hancur.
5. Alquran itu adalah obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit hati dan rahmat yang Allah anugerahkan untuk orang mukmin.
Sumber:
Buku Al-Fatawa tentang Shalat Sunnah karya KH Aceng ZakariaBaca Juga:
Pedangdut Rizki Ridho Mengaku Pernah Dicambuk Sang Ayah
Saat Bangun Tidur, Rasulullah Sunnahkan 6 Hal kepada Ummatnya(asf)