LANGIT7.ID - Meninggal dalam keadaan beriman tentu menjadi impian setiap umat Islam, karena pasti akan mendapatkan surga Allah Ta’ala. Ulama Muda Buya Arrazy Hasyim menyebutkan satu amalan yang bisa menjadi penyebab seseorang meninggal dalam keadaan
husnul khotimah.
Buya Arrazy mengutip Imam Az-Zahabi yang menyebutkan satu perkataan dari seorang imam ahli hadits pada abad ke-6 Hijriah. Ciri-ciri seseorang meninggal husnul khatimah, Allah akan mengirim malaikat dalam bentuk awan, maka diampunilah dosa-dosanya.
Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Hasyr ayat 18-19, “Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Baca Juga: Doa dan Amalan agar Wafat dengan Tenang dan Husnul Khatimah
Inti pesan dari ayat itu adalah Allah akan memperhatikan amal setiap hamba-Nya. Maka, patut menghadirkan dalam diri bahwa Allah memperhatikan setiap amal yang dikerjakan. Hal itu akan menghadirkan kekhusyukan di dalam hati, sehingga tidak lalai saat beribadah.
“Pertanyaanya, merasa diperhatikan Allah ga shalat? Jika tidak, berarti shalat belum mengamalkan ayat ini. Coba, mulai hari ini beramal itu karena ayat itu, selalu mengingat bahwa Allah memandang. Apa yang dipandang oleh Allah? Maka dijelaskan oleh hadits Nabi Muhammad SAW, hadits Imam Muslim, “Bahwa Allah memandang qalbumu.’” kata Buya Arrazy melalui kanal youtube Masjid Raya Bintaro Jaya TV, dikutip Selasa (14/12/2021).
Saat shalat, Allah bukan memandang rukuk tapi qalbu. Orang yang selalu memperhatikan kebersihan hati akan terjaga dari sifat-sifat penyakit hati seperti marah, dengki, hingga riya. Ia tak mungkin marah kala dihina, karena telah menghinakan diri saat sujud di hadapan Allah.
“Keadaan fisik itu selalu menerjemahkan keadaan qalbu. Jika qalbunya sedang tawadhu, dia pasti ruku, jika qalbu sedang berserah diri maka dia mengatakan
laa haula wala quwwata illa billah. Jika qalbu mengagumi Allah, maka dia akan menyebut
subhanallah,” terang Buya Arrazy.
Baca Juga: Doa Agar Wafat Dalam Keadaan Husnul Khatimah
Hal itu menjadi alasan shalat belum diwajibkan selama 13 tahun pertama masa Rasulullah. Rasul hanya shalat sekali dalam sehari semalam melalui Surah Al-Muzammil. Sebab pada saat itu, Nabi Muhammad tengah sibuk dengan perkara qalbu.
“Coba lihat ayat pertama turun, iqra. Membaca nama Allah dengan qalbu itu baru terasa, baru pakai lisan. Maka Badiuzzaman Said Nursi dalam Risalahnya jilid 6 mengatakan, ulama ahli qalbu untuk menghabiskan ego mereka hantam dengan menyebut nama Allah,” kata Buya.
Zikir sangat berefek pada qalbu seseorang. Sebab, apa yang dimasukkan ke dalam qalbu, itu pula yang akan keluar. Ibarat memasukkan air ke dalam gelas, maka tidak mungkin yang keluar adalah tanah. Jika yang dimasukkan ke dalam hati asmaul husna, maka yang akan keluar adalah akhlakul karimah.
“Jika yang dimasukkan adalah
hubbud dunya, maka yang keluar adalah tamak,” ucapnya. Jadi, perbaiki kualitas hati agar kembali kepada Allah dalam keadaan husnul khatimah.
(jqf)