Langit7, Jakarta - Cireng cukup diminati masyarakat yang memiliki hobi kulineran. Hal itu terbukti dari menjamurnya penjualan cireng, dan model bisnisnya yang kini berkembang menjadi makanan beku.
Cireng yang merupakan akronim dari aci digoreng ini juga memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Selain inovasi makanan bekunya, model bisnis cireng juga berekspansi lewat cara kemitraan usaha.
Hal itu juga dimanfaatkan Neneng Sahidah untuk meraup untung dari bisnis kulinernya, Cireng Brexcelle. Sebelum sukses seperti saat ini, Neneng merupakan seorang guru TK.
Baca juga: Maksimalkan Pembayaran Digital, Angkringan Kekinian Ini Raup Omzet 50%![Mantan Guru TK Alih Profesi Jadi Pengusaha Cireng, Produksi 2 Ton per Hari]()
Neneng memang sudah memiliki jiwa pengusaha sedari kecil. Hal itu didapatkan dari ibunya yang dulu pernah memiliki warung makan di sebuah sekolah atau kantin.
Ketika itu, dia cukup banyak dilibatkan di dalam usaha milik ibunya, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah makanan, hingga menjual makanan tersebut.
"Tapi karena bapak seorang guru, jadi saya juga ikut jejaknya, dengan jadi guru TK dan TPA," ujarnya dikanal Youtube JagaLilin.
Profesi sebagai tenaga pendidik itu dilakoninya hingga 15 tahun, sebelum akhirnya dia berfokus untuk memulai usahanya di bidang kulineran, dengan brand Cireng Brexcelle.
"Waktu itu saya targetkan, kalau orderan cireng sudah 100 bungkus, saya mau berhenti (jadi guru) dan fokus menjalankan usaha," ujarnya.
Baca juga: Dorong Konsumsi Sayur dan Buah, Dosen UI Manfaatkan Momentum Home GardeningPucuk dicinta ulam pun tiba, harapannya untuk memenuhi 100 bungkus penjualan cireng ternyata terkabulkan. Bahkan saat itu, dia mampu menjual 110 produk cirengnya.
Keputusannya untuk mundur sebagai tenaga pendidik juga terwujudkan. Produk cireng dipilihnya, karena memang proses pembuatannya yang terbilang cukup mudah, dan peminatnya cukup banyak.
"Alhamdulillah, mulai dari produksi rumahan, sewa kontrakan, dan saat ini kami punya tempat sendiri. Bahkan, yang tadinya produksi kami hanya kiloan, kini sudah sampai dua ton per hari," ujarnya.
![Mantan Guru TK Alih Profesi Jadi Pengusaha Cireng, Produksi 2 Ton per Hari]()
Dia menyebutkan, produk Cireng Brexcelle menggunakan bahan baku berkualitas. Hal itu juga yang menjadikannya semakin diminati dan terus mengalami pertumbuhan produksi.
"Saat ini, karyawan kami berjumlah 175 orang. Dengan mayoritas pekerjanya adalah ibu-ibu. Pertimbangannya, kami ingin membantu perekonomian para ibu-ibu," jelasnya.
Baca juga: Pecinta Kuliner Tak Perlu Khawatir, Sudah Banyak Resto AYCE Bersertifikat HalalPemasaran Cireng Brexcelle juga telah menjangkau luar kota, seperti Surabaya, Bandung, Palembang, Lampung, Medan dan beberapa kota lainnya.
Selain memproduksi cireng, Neneng juga berinovasi dengan menghadirkan varian produk baru, yaitu pisang coklat.
"Intinya, menjadi pengusaha perlu memiliki kemauan dan semangat untuk terus mencoba. Sebab, kita tidak pernah tau apakah produk kita bisa diterima konsumen," katanya.
"Selain menjaga kualitas, kita juga perlu meningkatkan inovasi, agar produk ini bisa semakin luas pemasarannya," tambahnya.
(zul)